Waspadai Bencana Sesar Lembang, Ngatiyana: Dampaknya Sampai ke Kota Cimahi

Potensi bencana Sesar Lembang membuat Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana waswas. Dampaknya, kata dia, bisa sampai ke Cimahi.

Waspadai Bencana Sesar Lembang, Ngatiyana: Dampaknya Sampai ke Kota Cimahi
Plt Wail Kota Cimahi Ngatiyana mewaspadai potensi bencana Sesar Lembang.

INILAHKORAN, Cimahi - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meminta seluruh pihak agar mewaspadai potensi bencana Sesar Lembang.

Pasalnya, menurut Ngatiyana dampak bencana Sesar Lembang diprediksi akan sampai juga ke Kota Cimahi.

"Mudah-mudahan tidak terjadi bencana Sesar Lembang. Tapi kalau terjadi kita sudah siap melakukan hal-hal apa saja yang harus dilakukan," kata Ngatiyana.

Baca Juga: Kronologi Anak Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Saat Berenang di Sungai Aare Swiss

Oleh karenanya, jelas dia, diperlukan adanya sosialisasi tentang mitigasi bencana guna memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan terhadap bencana yang mendesak.

"Apalagi jika melihat letak geografis dan iklim Indonesia yang memiliki potensi bencana alam yang tinggi," jelasnya.

Dengan demikian, kata dia, masyarakat tidak perlu bingung dengan langkah apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Sungai, Ini Alasan Emmeril Khan Mumtadz Pergi ke Swiss

"Semua komponen atau pemangku kepentingan yang ada di Kota Cimahi harus berperan aktif dalam upaya mengurangi dan memperkecil dampak bencana yang ditimbulkan di daerah atau masyarakat yang terkena bencana," bebernya.

Ia menilai, bencana merupakan urusan bersama tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi menjadi urusan bersama.

Menurutnya, ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam mitigasi bencana, antara lain penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana, ketersediaan informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap kategori.

Baca Juga: Anak Sulung Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz Hilang Saat Berenang di Sungai Aare Swiss

"Selain itu sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, edukasi mengenai tata cara dan bencana pada saat terjadi bencana," sebutnya.

Guna mewujudkan semua itu, tambah dia, tentunya harus ada persepsi yang sama.

"Termasuk terjalinnya komunikasi serta koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran