Tekan Kebocoran PAD, Dishub Kota Bandung Optimalisasi Mesin Parkir Elektronik

Optimalisasi mesin parkir elektronik jadi opsi Dishub Kota Bandung untuk meningkatkan PAD dan APH pun diturunkan sebagai pengawas

Tekan Kebocoran PAD, Dishub Kota Bandung Optimalisasi Mesin Parkir Elektronik
Dishub Jabar akan menerjunkan APH untukmemaksimalkan dan mengawasi penggunaan mesin parkir elektronik untuk meningkatkan PAD.

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan menggandeng aparat penegak hukum (APH) mengawasi penggunaan mesin parkir elektronik. Selain itu, dalam dua kali sehari. Para petugas diterjunkan mengecek penggunaan mesin parkir elektronik.

Kepala UPT Parkir Dishub Kota Bandung Yogi Mamesa mengatakan, optimalisasi penggunaan mesin parkir elektronik di Kota Bandung terus dilakukan. Langkah tersebut untuk mencegah kebocoran sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari mesin parkir.

"Optimalisasi, mudah-mudahan para jukir dan pengguna parkir sudah mengetahui nilai angka parkir berapa dan mencegah kebocoran yang ada. Kita juga berharap masyarakat semakin mengerti terkait penggunaan mesin parkir elektronik," kata Yogi Mamesa pada Senin 30 Mei 2022.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pulangkan Pengemis Pura-pura Berkaki Buntung ke Kabupaten Bandung

Yogi Mamesa menuturkan, optimalisasi mesin parkir elektronik di Kota Bandung yang mencapai 445 unit akan dilaksanakan selama 49 hari ke depan. Sementara ini, penggunaan mesin parkir elektronik akan difokuskan di pusat kota.

"Alhamdulillah pemasukan mencapai Rp 400 juta. Optimalisasi ini harus lebih dua kali lipat di atas Rp 1 miliar kalau bisa," ucapnya.

Sambung Yogi, optimalisasi dilakukan dengan cara membagi petugas ke dalam dua sif untuk mengawasi penggunaan mesin parkir elektronik. Edukasi terus dilakukan kepada petugas juru parkir dan pengguna parkir.

Baca Juga: Relawan Ridwan Kamil di Bandung Gelar Doa Bersama Mohon Keselamatan Emmeril Khan Mumtadz

Yogi menyebut juru parkir sudah dibekali kartu e-money untuk membantu transaksi pengguna parkir. Selanjutnya pengguna parkir akan membayar secara manual ke juru parkir. Terkait keluhan juru parkir menyangkut kartu parkir (e-money) yang terbatas, hanya beberapa bank.

"Kita juga berupaya untuk mempermudah dan mempercepat pengguna parkir. Rencana ke depan, malam hari, kita Insya Allah menggandeng APH mudah-mudahan kita berjalan lancar. Mudah-mudahan PAD meningkat," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)

 


Editor : inilahkoran