Ironis, Pelaku Pencabulan Bocah SD di Padalarang Ternyata Teman Sang Ayah

Kasus pencabulan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terungkap. belum lama ini empat orang pria tega mencabuli seorang siswi

Ironis, Pelaku Pencabulan Bocah SD di Padalarang Ternyata Teman Sang Ayah
Kasus pencabulan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terungkap.



INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus pencabulan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terungkap.

Pasalnya, belum lama ini empat orang pria tega mencabuli seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Padalarang.

Para pelaku tersebut diketahui berinisial Z (18), EZ (44), AS (56), dan HS (44) itu merupakan tetangga korban dan aksi bejat tersebut dilakukan di rumah masing-masing para pelaku yang tak jauh dari rumah korban.

Baca Juga: Turut Gelar Shalat Gaib, Hengky Ungkap Sosok Eril Putra Sulung Ridwan Kamil

Bahkan, aksi bejat tersebut juga sempat dilakukan di kantor Uji Kendaraan Dishub KBB tempat EZ sempat bekerja sebagai pegawai outsourcing yang berstatus sebagai office boy (OB).

Wakapolres Cimahi, Kompol Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, diketahui telah terjadi dugaan tindak pidana pencabulan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur pada Rabu 25 Mei 2022 sekitar pukul 11.30 WIB di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

"Kasus tersebut terungkap bermula dari cerita korban kepada gurunya bahwa telah menjadi korban pelecehan seksual oleh tetangganya yang berinisial Z," katanya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jumat 3 Juni 2022.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Kembalilah Padanya – Hanin Dhiya

Ia menjelaskan, rentan waktu pencabulan dan pelecehan seksual tersebut dilakukan tersangka sejak korban duduk di kelas 1 SD sampai dengan kelas 6 SD (sekarang).

"Jadi peristiwa tersebut di lakukan di rumah pelaku yang masih berada di sekitar rumah korban," jelasnya.

Ia menuturkan, setelah ditanyakan kembali oleh guru ternyata ada pelaku lain yang melakukan pelecehan diantaranya AS (56) yang merupakan tetangga korban terjadi pada sekitar bulan Mei 2022.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Jatuh Cinta – Marion Jola feat. Teza Sumendra

"Kemudian pelaku HS juga melakukan pelecehan sebanyak 5 kali pada sekitar tahun 2021 sampai 2022. Sedangkan pelaku EZ sekitar bulan Mei 2022 di Kantor KIR Dishub KBB," tuturnya.
Baca Juga: Pos Indonesia dan China Post Kembali Buka Layanan Kiriman Internasional ke Seluruh Kota
Mengetahui hal tersebut, sambung dia, guru melaporkan ke pihak orang tua korban dan orang tua korban melaporkan ke pihak kepolisian.

"Kami sudah mengamankan keempat pelaku. Atas tindakan tersebut keempatnya terjerat Pasal 81 dan atau 82 no 17 Tahun 2016 Perpu Undang-Undang No 1 2016 tentang perlindungan anak dengan masa hukuman 15 tahun penjara," ujarnya.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Jatuh Cinta – Marion Jola feat. Teza Sumendra

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) KBB Herry Arifin menerangkan, pasca kejadian tersebut pelaku EZ yang menjadi OB outsourcing di sini langsung diamankan pihak kepolisian.

"Kalau yang outsourcing di sini itu diamankan hari Rabu pekan lalu," katanya.

Ia menyebut, berdasarkan hasil keterangan korban yang diterima pihaknya ada tiga orang pelaku lainnya yang ternyata masih tetangga korban.

"Jadi yang tiga orang lainnya itu bukan orang Dishub KBB dan yang satunya hanya pegawai outsourcing," sebutnya.

Baca Juga: Pos Indonesia dan China Post Kembali Buka Layanan Kiriman Internasional ke Seluruh Kota

Ia menuturkan, pegawai outsourcing ini sebetulnya kerjanya tentatif dan ikut kerja di sini sejak kantor Uji KIR Dishub ini berlokasi di Jalan Panaris.

"Pekerjaan sehari-hari dia jualan kaca film sih dan memang tidak terikat kontrak. Kalau ada kerjaan kita kerjakan. Kadang tidur di teras, disini kan ada tempat. Kalau waktu di Panaris mah tidak ada tempat," tuturnya.

Ia mengaku, sejak awal pihaknya tidak menaruh kecurigaan kepada pelaku lantaran korban juga kerap ikut sang ayah yang juga bekerja di kantor Uji KIR Dishub KBB.

Baca Juga: Mantan Tristan Thompson, Maraleen Nichols Ajak Sang Anak ke Kebun Binatang: Pertama Kalinya

"Ayahnya juga kerja disini juga bagian keamanan. Untuk kejadian detilnya saya belum bisa menyampaikan," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kejadian ini sempat mengundang reaksi emosi masyarakat yang mendatangi rumah pelaku.

"Jadi warga juga langsung mendatangi rumah pelaku, namun setelah ada berita, masyarakat juga sempat mendatangi kantor dan pelaku sendiri sudah diamankan polisi," tandasnya. *** (agus satia negara).***


Editor : inilahkoran