Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung Kolaborasi Atasi Banjir Kawasan Bandung Timur

Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung sepakat membangun kolaborasi menyelesaikan berbagai persoalan mulai dari macet hingga banjir

Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung Kolaborasi Atasi Banjir Kawasan Bandung Timur
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sepakat kolaborasi bangun kolam retensi di Tegalluar untuk atasi banjir kawasan Bandung Timur.

INILAHKORAN.COM,Bandung- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sepakat kolaborasi bangun kolam retensi di Tegalluar untuk atasi banjir kawasan Bandung Timur.

Kolaborasi Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung untuk membangun kolam retensi di Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung dipastikan setelah Wali Kota Bandung Yana Mulyana bertemu Bupati Dadang Supriatna.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengungkapkan, kolaborasi Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung diambil sebagai upaya mengembangkan potensi daerah dan pelayanan publik, infrastruktur serta menyelesaikan persoalan banjir di Bandung Raya.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet, PDI Perjuangan Bakal Hormati Keputusan Jokowi

"Alhamdulillah hari dibicarakan berbagai permasalahan. Mulai dari banjir, kemacetan, sampah serta permasalahan lainya," ungkap Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Intercontinental Hotel Kabupaten Bandung, Senin 13 Juli 2022.

" Dengan segala keterbatasan yang ada tapi kami sepakat mudah-mudahan kita bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat," imbuhnya.

Yana mengungkapkan, Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung telah sepakat menangani permasalahan di perbatasan.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mengencang, Pramono Anung Sebut Jokowi yang Tentukan Waktunya

Hal ini ditandai dengan nota kesepahaman atau Mou (Memorandum of Understanding) yang dihelat tahun lalu.

Untuk pembangunan kolam retensi, akan dilakukan lewat skema kolaborasi.

"Asetnya bisa dari Pemkab Bandung karena berada di Wilayah Kabupaten. Sedangkan infrastrukturnya bisa kami swakelola melakukan pembanguan, penggaliannya dan lain lain," jelas Yana.

Baca Juga: Sedimentasi Saluran Sekunder Tinggi, Normalisasi Sungai di Kaliwedi Cirebon Perlu Segera Dilakukan

Menurutnya, batas wilayah tak menjadi halangan untuk menyelesaikan permasalahan di Kawasan Bandung Raya.

Prinsipnya mengedepankan kolaborasi dan kerja sama demi kepentingan masyarakat.

"Ini membuktikan batas kewenangan dan wilayah bukan menjadi masalah. Kita punya niat untuk berikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Desa Antikorupsi Cibiru Wetan Melawan Korupsi

Senada dengan Wali Kota Bandung, Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengaku, selaras dan sepakat untuk menangai berbagai persoalan.

Namun karena keterbatasan anggaran rencana-rencana tersebut digelar secara bertahap.

"Ada rencana aksi secara bertahap. Saat ini kita masih fokus pada penyelesaian masalah banjir. Ke depannya kolaborasi-kolaborasi seperti ini tentu harus konsisten kita jalankan," tuturnya.

Baca Juga: Kasus PMK di Kabupaten Bogor Melonjak Tiga Kali Lipat, Jumlahnya Mencapai 910 Ekor

Dalam mengurai persoalan banjir, sebelumnnya Pemkot Bandung dan Cimahi juga sukses menghadirkan kolam retensi di Jalan Budi, Kota Cimahi dengan luas 7.000 meter persegi.

Meski kolam retensi untuk mencegah banjir kedua daerah itu ada di Kota Cimahi, pembangunannya dilakukan oleh Pemkot Bandung.

Sampai saat ini, Kota Bandung telah memiliki delapan kolam retensi yang telah dioperasikan.

Namun, jumlah tersebut belum serta merta mampu mengatasi banjir dalam kota jika curah hujan cukup tinggi.***


Editor : inilahkoran