Jelang Idul Adha, Kota Bandung Terjunkan Tim Pemeriksa Hewan Kurban Lebih Awal

Pemkot Bandung menerjunkan tim pemeriksa hewan kurban untuk mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK).

Jelang Idul Adha, Kota Bandung Terjunkan Tim Pemeriksa Hewan Kurban Lebih Awal
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerjunkan tim pemeriksa hewan kurban untuk mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK).

Tim tersebut beranggotakan 130 petugas yang bakal memeriksa kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha 2022.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, tim itu terdiri dari petugas DKPP, dan relawan perhimpunan hewan Indonesia (PHDI) yang disebar di 30 kecamatan.

Baca Juga: Mumpung Momentum Hari Jadi KBB ke-15, Satpol PP Bebersih Curug Malela

"Tim Satgas ini kita terjunkan lebih cepat dari biasanya, karena sedang marak wabah PMK pada hewan ternak. Biasanya kita bentuk di H-10 saat perayaan Iduladha," kata Gin Gin Ginanjar, Jumat 17 Juni 2022.

Gin Gin Ginanjar menyebut, tim Satgas pemeriksa hewan kurban yang diterjunkan bakal melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak yang akan diperjualbelikan sampai hewan ternak dipotong.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan nametag tanda kalung sehat. Kalung ini akan berisi barcode yang bisa dipindai melalui aplikasi e-selamat," ucapnya.

Baca Juga: Polresta Bogor Gelar Bhakti Kesehatan, Obati dan Vaksinasi Nenek Usia 82 Tahun

Sambung Gin Gin, petugas tim pemeriksa akan mengunggah beragam informasi ke aplikasi e-selamat berdasarkan hasil dari pemeriksaan. Melalui barcode, calon pembeli mendapat informasi hewan kurban.

"Bagi masyarakat yang ingin memastikan kesehatan dan kelayakan hewan, bisa menggunakan aplikasi e-selamat. Apabila sudah memiliki aplikasi, bisa digunakan dengan memindai kode ‘barcode’ yang tertera pada kalung," ujar dia.

Pihaknya optimistis, melalui aplikasi tersebut seleksi hewan kurban akan semakin ketat. Sebab, satu kode ‘barcode’ hanya digunakan untuk satu ekor hewan yang telah menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Mantan Member SNSD Jessica Diduga Kembali Aktif Sebagai Girl Grup di Tiongkok

“Karena selama ini juga ada isu bahwa kalung yang dipasangkan bisa dipindahkan ke hewan tidak sehat. Pengalaman tahun lalu kita hampir 4.000 hewan yang kita periksa tidak jauh dari itu nambah sekitar 10 persen lah," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran