Hujan Deras Terjadi di Sejumlah Wilayah, Begini Penjelasan Prakirawan Stasiun Geofisika Bandung

Prakirawan Stasiun Geofisika Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin memastikan penyebab terjadinya hujan deras yang kerap terjadi di bulan Juni.

Hujan Deras Terjadi di Sejumlah Wilayah, Begini Penjelasan Prakirawan Stasiun Geofisika Bandung
Ini penjelasan BMKG soal hujan deras disertai angin hingga hujan es yang terjadi di Kota Bandung beberapa hari ini.

INILAHKORAN, Cimahi - Prakirawan Stasiun Geofisika Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin memastikan penyebab terjadinya hujan deras yang kerap terjadi di bulan Juni lantaran adanya fenomena La Nina.

Menurutnya, fenomena La Nina. Yakni fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

Ia menyebut, La Nina menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan.

Baca Juga: Rugikan Negara, Dewan Minta Pemkab Tindak Aktivitas Galian Ilegal di Cirebon

"Kemudian secara globalnya ada gangguan La Nina walapun sekarang mendekati titik lemah," katanya.

Ia menjelaskan, kondisinya mirip dengan tahun kemarin tapi sedikit lebih banyak (lama) hujannya daripada tahun kemarin karena ada gangguan La Nina.

Sementara musim kemarau, terang dia, diperkirakan baru akan masuk pada bulan Juli, Agustus dan September.

Baca Juga: Aset PT Bogor Raya Development Disita Satgas BLBI, Kuasa Hukum Akan Mengambil Langkah Hukum Ini

Kendati demikian, diperkirakan tidak akan ada El Nino, yaitu fenomena yang menyebabkan panas.

"Kemudian nanti Juli Agustus September gangguan relatif lebih ke musim kemarau. Kalau Juni ini masih ada potensi hujan," ujarnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelundupan Ganja Seberat 1,6 Kilogram dari Medan

Seperti diketahui, Stasiun Geofisika Bandung memperkirakan pada bulan Juni, Jawa Barat seharusnya telah memasuki musim kemarau. Namun hingga pertengahan bulan Juni, hujan deras kerap terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Kota Cimahi.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran