• Senin, 27 Juni 2022

Terungkap, Ternyata Ini yang Jadi Kendala Kopi Bandung Barat Berkembang

- Kamis, 23 Juni 2022 | 13:22 WIB
etua Asosiasi Petani Kopi Jabar, Kurnia Danu Miharja  (Agus SN)
etua Asosiasi Petani Kopi Jabar, Kurnia Danu Miharja (Agus SN)

INILAHKORAN, Ngamprah - Kopi Bandung Barat dihasilkan dan diproduksi dari tiga zona yang indikasi geografisnya, antara lain Gununghalu, Burangrang dan Tangkuban Parahu.

Berdasarkan data dari Asosiasi Petani Kopi Jawa Barat tercatat dati tiga wilayah di KBB tersebut kopi yang dihasilkan bisa mencapai 210 ton per tahun.

"Nah, permasalahannya di KBB ini belum ada eksportir, sehingga ketika para pengusaha kopi ada pesanan ke luar negeri ini menggunakan jasa trader," kata Ketua Asosiasi Petani Kopi Jawa Barat, Kurnia Danu Miharja saat ditemui.

Baca Juga: Alasan Tunggakan Iuran SPP Nunggak, Sekolah di KBB Tahan Ijazah dan Raport, Begini Tanggapan Kemenag

Ia menyebut, para pengusaha kopi ini selama ini terkendala finansial lantaran salah satu syarat untuk melakukan ekspor itu minimal 18 ton.

"Karena satu kontainer 18 ton dengan HPP-nya Rp 70 ribu. Artinya Rp 70 ribu x 18 ton = Rp 1,26 miliar.
Nah ini secara finansial kami belum mampu," sebutnya.

Ia menyebut, pihaknya bekerjasama dengan trader. Namun, sebetulnya para pengusaha kopi KBB ini sudah memahami cara mengurus ekspor lantaran telah mengikuti proses pelatihan, yakni training of export.

Baca Juga: Menakar Potensi Kopi Bandung Barat dari Hulu ke Hilir

"Tapi, karena SDM nya belum siap dan modalnya belum besar, akhirnya kami memilih bekerjasama dengan trader," sebutnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Setitik Asa di Tapal Batas Gununghalu Ciwidey KBB

Minggu, 26 Juni 2022 | 17:23 WIB
X