Jelang Idul Adha, Cabai Merah di Kota Bandung Tembus 95 Ribu

Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha. Beberapa komoditas pangan seperti

Jelang Idul Adha, Cabai Merah di Kota Bandung Tembus  95 Ribu
- Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha.
 
INILAHKORAN, Bandung - Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha. Beberapa komoditas pangan seperti cabai, dan bawang merah mengalami kenaikkan. 
 
Pantauan di Pasar Ciroyom, Kota Bandung. Harga cabai melonjak cukup tinggi. Seperti cabai merah yang menembus angka Rp 95.000 untuk per kilogram dari kisaran sebelumnya Rp 30.000 per kilogram. 
 
Tidak hanya jenis cabai merah. Cabai keriting pun mengalami lonjakan harga. Saat ini, harga cabai keriting berkisar dari Rp 80.000 per kilogram, yang sebelumnya hanya berada di kisaran Rp 24.000 per kilogram. 
 
 
Sedangkan untuk cabai hijau berkisar di Rp 80.000 per kilogram yang sebelumnya hanya berada di angka Rp 20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. 
 
Selain cabai, bawang merah yang kini berada di harga Rp 52.000 per kilogram. Juga mengalami kenaikan hampir 100 persen dibanding harga satu bulan lalu yang berkisar di Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. 
 
Pedagang rempah di Pasar Ciroyom, Musyarofah (35) mengaku, kenaikan harga rempah sudah berlangsung sejak satu bulan lalu. "Jadi, harga itu dari Lebaran memang sudah naik. Tapi tidak terlalu tinggi, sekarang sangat tinggi," kata Musyarofah, Sabtu 25 Juni 2022.
 
 
Menurut Musyarofah, kenaikan harga berbagai komoditas tersebut turut mengurangi antusias masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari. Bahkan lanjut dia, tak jarang pembeli mengeluh akan harga-harga yang terus merangkak naik. 
 
"Pembeli ngurangin kuantitasnya. Asalnya beli lima kilogram, sekarang jadi dua kilogram. Rumah makan yang langganan di saya juga komplain. Ya tapi mau bagaimana lagi. Saya harap pembeli bisa maklum ya harga naik, kan memang lagi gagal panen," ucapnya. 
 
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Meiwan Kartiwa mengatakan, isu gagal panen yang menyebabkan harga melonjak. 
 
 
"Kalau terkait barang-barang kaya cabai memang lagi musim gagal panen kalau enggak salah, akibat faktor cuaca mengakibatkan istilahnya barangnya tidak terlalu banyak jadi stok berkurang," kata Meiwan Kartiwa. 
 
Meiwan Kartiwa menyebut, stok yang kurang akibat gagal panen, diperparah dengan barang-barang hasil pertanian yang didatangkan dari Jawa Timur, Bandung Raya, Garut dan Tasik itu cepat membusuk akibat cuaca yang tidak menentu. 
 
"Selain faktor cuaca yang membuat barang-barang pertanian seperti cabai, bawang cepat busuk. Permintaan juga naik menjelang Idul Adha dan menyebabkan kenaikan harga," ucapnya. *** (Yogo Triastopo) ***
 
 
 
 


Editor : inilahkoran