BPI Merespons Tantangan Dunia Pendidikan melalui Transformasi Digital

Yayasan BPI meluncurkan pogram transformasi digital sebagai tantangan hadapi pandemi Covid-19 dan kegiatan dilakukan di Kampus BPI

BPI Merespons Tantangan Dunia Pendidikan melalui Transformasi Digital
Yayasan Badan Perguruan Indonesia (BPI) Bandung meluncurkan program “Tranformasi Digital” yang merupakan respons BPI dalam menghadapi dampak akibat pandemi Covid-19

INILAHKORAN, Bandung - Yayasan Badan Perguruan Indonesia (BPI) Bandung meluncurkan program “Tranformasi Digital” yang merupakan respons BPI dalam menghadapi dampak akibat pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus BPI, Jalan Burangrang No. 8, Bandung.

Ketua Pengurus Yayasan BPI Iyep Sobari mengatakan, penerapan transformasi digital dilakukan secara bertahap dalam mindset, maupun perangkat pembelajaran di kelas, serta bekerja sama dengan industri. Ini semua merupakan langkah-langkah yang diambil BPI untuk merespons dampak pandemi.

Pertumbuhan ekonomi yang rendah yang menjadi salah satu dampak pandemi, menurut Iyep, berpengaruh terhadap belanja pendidikan dan informasi.

Baca Juga: Kesbangpol-BPI Kabupaten Bandung Gelar Pendidikan Politik

“Bukan hanya orang tua siswa yang menanggung beban ini, tetapi juga sekolah-sekolah swasta, termasuk BPI, yang secara tradisional mengandalkan pemasukan dari SPP sebagai sumber pembiayaan utama, khususnya sekolah dasar dan sekolah menengah yang belum bisa terafiliasi penuh dengan pasar dan industri,” kata Iyep Sobari, Minggu 26 Juni 2022.

Untuk itu, BPI melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, sekaligus memperbaiki manajemen sekolah.

Adapun mengenai transformasi digital, Iyep Sobari mengungkapkan, hal ini sudah menjadi keniscayaan karena tidak ada aspek profesi yang tidak terkait digitalisasi. Pemanfaatan teknologi digital juga merupakan salah satu percepatan dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap teknologi, inovatif, serta siap menyongsong masa depan.

Baca Juga: Telkomsel Awards 2022 Kembali Digelar untuk Dukung Kemajuan Industri Kreatif Digital Indonesia

Pemanfaatan teknologi yang dilakukan antara lain melalui pemanfaatan aplikasi Sokrates untuk Learning Management System (LMS), penggantian papan tulis dengan papan tulis digital, laboratorium digital, dan sebagainya.

“Sokrates digunakan untuk menjembatani perilaku belajar anak di masa pandemi dan saat ini. Di sisi lain, ini juga memudahkan transaksi keuangan seperti pembayaran SPP dan pelaporan,” jelas Iyep Sobari.

Pemanfaatan LMS ini dilakukan dengan bekerja sama dengan BINUS Center Bandung.

Sementara Pembina Yayasan BPI Fajar Susilo mengatakan, penggunaan teknologi dilakukan bertahap.

Baca Juga: LPS: BPR dan BPRS Diimbau Adaptif Transformasi Digital dan Bisa Go Public

"Kami bahkan memiliki observatorium untuk pengamatan bintang di kelas," kata Fajar.

Selain pemanfaatan teknologi, BPI juga mengembangkan jejaring kerja sama dengan industri, khususnya yang menunjang program pendidikan bagi SMK, dengan penandatanganan kerja sama dengan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III Siliwangi, BINUS Center Bandung, Yamanishi University Jepang, Pengurus Besar (PB) e-Sport Indonesia, PT Paragon Technology and Innovation, dan Pudak Scientific.

Kerja sama dengan industri dilakukan untuk membantu anak didik siap memasuki dunia industri. Anggota Kelompok Pengawas Sekolah, Dedi Indrayana, mengungkapkan masih ada salah kaprah lulusan SMK.

Baca Juga: Sukseskan Transformasi Digital Pemerintah, JDS Rekrutmen 7 Posisi Tenaga Ahli

“Banyak anak SMK, yang karena nuansa belajarnya di SMA biasa, kemudian lebih tergoda untuk melanjutkan pendidikan kesarjanaan, walaupun seharusnya anak SMK itu fokus pada keterampilan atau vokasional,” kata Dedi.

Melalui kerja sama ini, BPI berharap lulusan SMK dapat menjadi input bagi industri karena tidak semua anak didik berkesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Untuk lebih memperkenalkan sekolah-sekolah BPI ke masyarakat, khususnya orang tua calon peserta didik, BPI mengadakan BPI Expo yang terdiri dari pameran, open house, dan talkshow yang dikemas dalam BPI Expo, mulai Selasa hingga Kamis, 28-30 Juni 2022. BPI Expo ini digelar di dua titik kampus BPI, yakni di Jalan Burangrang No. 8 dan Jalan Halimun No. 40, Bandung.

Dalam BPI Expo, BPI menampilkan pemanfaatan teknologi digital di sekolah yang akan digunakan pada tahun ajaran 2022/2023, pengenalan proses pembelajaran di BPI, serta lingkungan dan budaya di sekolah.

Baca Juga: Sukseskan Transformasi Digital Pemerintah, JDS Rekrutmen 7 Posisi Tenaga Ahli

"Para guru di sini sepakat untuk bersikap lembut dalam penegakan disiplin,” kata Kepala SMA BPI 1 Bandung, Kiki Aryani.

Ini dilakukan karena pandemi membuat pola belajar anak berubah. “Ini juga mengapa sekolah BPI secara khusus memiliki psikolog, yang bisa membantu siswa dan orang tua beradaptasi dengan pendidikan offline,” sambungnya.

Di antara rangkaian talkshow dalam BPI Expo, BPI juga menampilkan psikolog, pakar pendidikan, dan alumni yang nantinya akan ikut terlibat dalam pembelajaran di sekolah.

Yayasan BPI telah melayani kegiatan pendidikan di Kota Bandung sejak 1948, dimulai dari pendirian SMP Petang. Hingga kini, Yayasan BPI telah mengelola satu unit TK dan Playgroup, satu unit Sekolah Dasar, satu unit Sekolah Menengah Pertama, dua unit Sekolah Menengah Atas, serta satu unit Sekolah Menengah Kejuruan. Seluruh unit sekolah yang berada di lingkungan BPI telah mendapatkan akreditasi A (Sangat Baik). *** (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran