PLTMH Rimba Lestari, Penerang Warga di Tapal Batas Gununghalu Ciwidey KBB Kala Malam Menyapa

PLTMH Rimba Lestari dibangun sebagai sumber energi penerang bagi warga yang tinggal di tapal batas Gununghalu Ciwidey KBB.

PLTMH Rimba Lestari, Penerang Warga di Tapal Batas Gununghalu Ciwidey KBB Kala Malam Menyapa
Keberadaaan PLTMH Rimba Lestari sebagai penerang warga di tapal batas Gununghalu Ciwidey KBB kala malam menyapa.

 

INILAHKORAN, Ngamprah - PLTMH Rimba Lestari dibangun sebagai sumber energi penerang bagi warga yang tinggal di tapal batas Gununghalu Ciwidey KBB.

Kegelapan malam yang kerap menyapa warga Kampung Tangsi Jaya, Desa Gununghalu, KBB tak lantas membuat warga berputus asa. Upaya warga untuk swasembada energi akhirnya mendapat perhatian dari Pemprov Jabar yang memberikan bantuan pembuatan Pembangkit Listrik Mikro Hidro atau PLTMH Rimba Lestari pada 2007 lalu.

Sebelum adanya PLTMH Rimba Lestari, pada 2004 warga yang tak patah arang itu berinisiatif membuat kincir air untuk menghasilkan listrik. Tiga kincir air itu memanfaatkan arus deras sungai Ciputri dan berhasil menerangi rumah-rumah warga. Setiap kincir memiliki daya 110 volt.

Baca Juga: Setitik Asa di Tapal Batas Gununghalu Ciwidey KBB

"Alhamdulillah, berkat bantuan seorang kawan asal Kota Cimahi, kita bikin kincir listrik. Selain itu, kincir ini membantu pengairan pertanian warga," kata salah seorang warga Tangsi Jaya, Toto Sutanto, Minggu 26 Juni 2022.

Namun, kehadiran tiga kincir tradisional yang terbuat dari kayu itu ternyata belum cukup memenuhi kebutuhan energi warga. Pasalnya, listrik yang diproduksi hanya mampu untuk penerangan saja.

"Sementara, kebutuhan lainnya seperti industri atau hiburan televisi belum bisa terpenuhi karena daya masih rendah," ujarnya.

Baca Juga: PKS Jabar Targetkan 100 Ribu Donor Darah Hingga 2025 Mendatang

Belum lagi, aliran listrik sering terhambat apabila banjir bandang datang. Kincir tersebut kerap rusak bahkan hilang terbawa arus banjir.

"Kalau ada banjir kami bukan saja berisiko padam listrik. Tapi juga kincirnya hilang terbawa arus deras sungai," ucapnya.

Ia menyebut, usaha warga menghasilkan swasembada energi akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah. Pada tahun 2007, Pemprov Jabar memberi bantuan pembuatan Pembangkit Listrik Mikro Hidro.

Baca Juga: Jangan Mager! Isi Weekend Kamu dengan 3 Rekomendasi Olahraga Diluar Ruangan Ini Supaya Sehat

"Kita beri nama PLTMH Rimba Lestari. Dengan nama ini mudah-mudahan alam dan hutan tetap lestari," terangnya.

Ia menyebut, dengan kapasitas 20.000 watt sebanyak 80 kepala keluarga (KK) kini bisa menikmati listrik hanya dengan ikut iuran sebesar Rp25 ribu per bulan.

Sedangkan fasilitas umum seperti masjid, penerangan jalan, tempat mengaji, dan sekolah, sepenuhnya gratis.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Bahan Alami Ini Bisa Bikin Kulit Glowing Maksimal, Gak Perlu Skin Care Lagi!

"Kita juga gratiskan bagi warga kurang mampu seperti janda atau lansia," ucapnya.

Ia menambahkan, meski tahun 2022, jaringan dan tiang listrik milik PLN telah masuk ke kampung itu. Namun, mayoritas warga memilih tetap menggunakan energi dari PLTMH Rimba Lestari dengan alasan lebih murah dan stabil.

"Ya, karena sudah pakai dari PLTMH Rimba Lestari, ngapain lagi kita pakai dari PLN," tandasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran