Wayang Golek Kali Pertama Digelar di Kepemimpinan Hengky Kurniawan, Pepadi KBB Ungkap Hal Ini

Selain sebagai pelengkap upacara ruwatan atau selamatan, wayang golek juga kerap menjadi tontonan dan hiburan.

Wayang Golek Kali Pertama Digelar di Kepemimpinan Hengky Kurniawan, Pepadi KBB Ungkap Hal Ini
Selain sebagai pelengkap upacara ruwatan atau selamatan, wayang golek juga kerap menjadi tontonan dan hiburan.

INILAHKORAN, Ngamprah - Wayang golek merupakan seni pertunjukan teater rakyat yang kerap dipagelarkan.

Selain sebagai pelengkap upacara ruwatan atau selamatan, wayang golek juga kerap menjadi tontonan dan hiburan.

Namun, pertunjukan wayang golek saat ini lebih dominan sebagai seni pertunjukan rakyat, yang memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lingkungannya, baik kebutuhan spiritual maupun material.

Baca Juga: Viral Video Motor Ditilang di Diler, Ternyata Melanggar Banyak Aturan

Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa kegiatan di masyarakat seperti ketika ada perayaan, baik hajatan (pesta kenduri) dalam rangka khitanan, pernikahan dan lain-lain adakalanya diriingi dengan pertunjukan wayang golek. Kendati begitu, dalam perkembangannya pertunjukan wayang golek saat ini mulai langka.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memanfaatkan momentum rangkaian HUT KBB ke-15 dengan mengadakan Pagelaran Wayang Golek.

Hal itu pun sontak mendapat apresiasi dari Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) KBB.

"Saya selaku ketua Pepadi KBB merasa bangga bahwa diadakannya parade dalang remaja tingkat KBB dalam rangka Hari Jadi KBB ke-15," kata Ketua Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Cecep Lukmansyah Sunandar.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sejarah lantaran baru kali pertama di masa pemerintahan Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan dilaksanakan Pagelaran Wayang Golek.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Akses Jalan di Cikalongwetan Nyaris Putus karena Longsor

"Ini kali pertama ada parade 5 dalang remaja yang tentunya bisa menjadi apresiasi dan edukasi bagi para dalang remaja," tuturnya.

Ia berharap, para dalang remaja ini bisa memberikan dampak positif untuk kemajuan budaya, khususnya bagi para pedalang di tingkat KBB.

"Artinya, tergantung dari dalangnya sendiri, karena ada kreativitas dari dalang di Jabar yang menjadi role model," katanya.

Ia menjelaskan, seni wayang golek ini tidak terlepas dari sosok maestro wayang golek, yakni Abah Asep Sunandar Sunarya.

Baca Juga: Kuatkan Brand The City of Sport and Tourism, Pemkab Bogor Gelar Fun Bike Bogor

"Sosoknya yang menjadi panutan membuat setiap daerah itu harus mengembangkan seni budaya wayang golek," jelasnya.

Ia menambahkan, maju mundurnya dunia pewayangan tergantung dari para dalangnya sendiri.

"Karena ini tidak bisa dipaksakan, harus dari diri dalangnya masing-masing. Semoga ke depan dunia seni budaya pedalangan di KBB bisa lebih maju dan berkembang," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran