DKPP Kota Bandung Terjunkan Ratusan Pengawas PMK Awasi Penjual Hewan Kurban

Guna memantau kesehatan hewan kurban mulai dari proses penjualan hingga pasca pemotongan, DKPP Kota Bandung menurunkan ratusan pengawas PMK.

DKPP Kota Bandung Terjunkan Ratusan Pengawas PMK Awasi Penjual Hewan Kurban
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan pihaknya menurunkan ratusan pengawas PMK untuk memantau kesehatan hewan kurban.

INILAHKORAN, Bandung - DKPP Kota Bandung menurunkan ratusan pengawas PMK untuk memantau kesehatan hewan kurban mulai dari proses penjualan hingga pasca pemotongan.

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyebut, pihaknya akan menurunkan ratusan pengawas PMK gabungan guna melakukan pengawasan pada hewan kurban yang diperjualbelikan ketika masih hidup (ante mortem) dan setelah dipotong (post mortem).

"Di internal kita ada 90 orang. Kemudian kita mendapatkan bantuan dari PDHI ada lima orang. Kemudian dari Kedokteran Hewan Unpad ada enam orang. Dari Telkom University ada 25 orang. Jadi, ratusan pengawas PMK itu khusus mengawasi hewan kurban saat masih hidup," kata Gin Gin Ginanjar, Senin 27 Juni 2022.

Baca Juga: Apa Hukum Memotong Kuku dan Rambut Sebelum Memotong Hewan Kurban?

Gin Gin Ginanjar menuturkan, untuk pengawasan hewan kurban pascapenyembelihan. Petugas yang diturunkan bisa mencapai 180 orang. Nantinya, para petugas tersebut akan memantau di lokasi-lokasi pemotongan hewan kurban.

Selain itu, saat ini DKPP rutin melakukan pemeriksaan hewan kurban ke pedagang-pedagang yang ada di Kota Bandung. Hingga saat ini, Gin Gin mengklaim tidak ditemukan adanya hewan kurban yang terindikasi PMK meski masih ditemui beberapa masalah.

Halaman :


Editor : inilahkoran