Perjuangan Listia Ena Rahayu Mahasiswa UM Bandung untuk Terbitkan Novel 'Langit Jingga Kelabu'

Listia Ena Rahayu patut diacungi jempol karena perjuangannya menerbitkan novel berjudul Langit Jingga Kelabu.

Perjuangan Listia Ena Rahayu Mahasiswa UM Bandung untuk Terbitkan Novel 'Langit Jingga Kelabu'
Listia Ena Rahayu, Mahasiswi UM Bandung yang terbitkan novel berjudul Langit Jingga Kelabu

INILAHKORAN, Bandung - Listia Ena Rahayu patut diacungi jempol. Pasalnya, mahasiswi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung ini menerbitkan sebuah novel berjudul "Langit Jingga Kelabu".

Pada awalnya, anak bungsu dari tiga bersaudara itu, tertarik dengan dunia tulis menulis. Sejak kecil, Listia Ena Rahayu memang sangat menyukai buku.

Seiring dengan berjalannya waktu, mahasiswi semester IV ini, koleksi bacaannya semakin banyak dan jumlahnya sangat beragam. Semenjak itu, barulah dia memberanikan diri untuk menulis dan membuat novel.

Baca Juga: Mau Kuliah Gratis di Jakarta? Simak Infonya di Sini

“Saat Ramadan, saya ikut lomba nulis novel selama 30 hari. Kata panitia, hanya saya peserta yang selesaikan misi itu,” terang Listia yang tinggal di Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis 30 Juni 2022.

Menurut Listia Ena Rahayu, novel dengan judul "Langit Jingga Kelabu" itu, sebagian kisahnya, ia tuangkan dalam karya sastra. Ini merupakan pengalaman hidup dan hasil imajinasinya sendiri.

"Waktu saya Sekolah Dasar (SD) sudah hobi baca. Waktu itu pengen banget cerita saya dimuat di majalah Bobo, tapi kurang percaya diri," ujarnya.

Tak hanya menggemari tulisan Tere Liye, mahasiswi berjilbab ini pun mengaku kepincut dengan novel-novel Ilana Tan, salah satu novelis kawakan Indonesia.

Baca Juga: Pemprov Jabar Lakukan Pengecekan Mendalam Perizinan Holywings di Bandung

"Saya juga hobi nonton film. Saya suka film bergenre thriller dan misteri. Keluarga saya yang meracuni saya dengan film-film itu,” imbuh Listia.

Tak heran, film-film yang ia tonton pun berpengaruh terhadap karya tulisnya.

“Makanya, cerita-cerita yang saya buat plot twist dan ada sisi gelapnya,” ujar Listi, yang berharap suatu saat ceritanya difilmkan.

Selain bercita-cita menjadi psikolog, Listia pun ingin menjadi penulis fiksi. Dia bercerita sudah memiliki 5 cerita yang akan dijadikan novel. Untuk tahun ini, dirinya ingin menulis 1 naskah, sisanya ditabung.

Baca Juga: Tak Terima Disebut ‘Adu Kungfu’, Persik Kediri Kembalikan Piala Trofeo Ronaldinho?

Tak hanya itu, ia pun ingin menerbitkan buku dalam bentuk digital. Alasannya, dari segi harga terjangkau.

"Praktis, dan biar lebih banyak orang yang baca,” jelasnya. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran