Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Disparbud KBB Minta Pengelola Jangan Lengah

Disparbud KBB meminta pengelola wisata di Lembang antisipasi adanya lonjakan pengunjung dan terapkan Prokes

Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Disparbud KBB Minta Pengelola Jangan Lengah
ODiaspub KBB sudah mengantisipasi lonjakan wisatawan saat libur.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta pengelola wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mengantisipasi adanya lonjakan wisatawan di momen libur sekolah kali ini.

Meski KBB sudah masuk PPKM Level 1 dan kunjungan ke objek wisata sudah diperbolehkan 100 persen, namun mereka diminta jangan lengah terhadap prosedur pencegahan COVID-19.

"Kami sudah memberikan surat edaran kepada para pelaku wisata, agar tetap waspada dan menerapkan prosedur pencegahan COVID-19," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB, David Oot.

Baca Juga: Dukung Kiprah FOBB, Dispora KBB Minta Osis Berkolaborasi

Ia menilai, kewaspadaan tetap harus diterapkan karena kasus COVID-19 belum sepenuhnya hilang.

"Oleh karenanya, jangan sampai muncul klaster dari tempat wisata akibat kelengahan pihak pengelola yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.

Di sisi lain, jelas dia, animo masyarakat untuk belibur sekarang kembali menggeliat setelah selama dua tahun pandemi COVID-19 ada pembatasan.

Baca Juga: Produksi Susu Anjlok, Kepala KPSBU Lembang Klaim PMK Tak Hanya Serang Hewan Tapi Ekonomi KBB pun Terdampak

Sedangkan sekarang, kata dia, aturan pemerintah sudah longgar dan tidak ada pembatasan perjalanan luar daerah.

"Untuk di outdoor sudah boleh tidak pakai masker, apalagi kebanyakan wisata di KBB konsepnya ruang terbuka jadi relatif sangat aman," jelasnya.

Ia menyebut, kaksinasi booster kepada seluruh pekerja wisata juga sudah selesai dilakukan.

Bahkan, sambung dia, kini hampir semua objek wisata telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi sesuai aturan pemerintah.

Baca Juga: Dampak PMK, Produksi Susu di KBB Hanya 18 Ton

"Itu jadi salah satu syarat berwisata tetap aman dan nyaman karena prokesnya dijaga," ujarnya.

Ia berharap, dengan menggeliatnya sektor wisata pendapatan daerah bisa kembali naik.

"Seperti pajak dari restoran, hingga kini sudah tercapai lebih dari 50 persen, itu jadi sinyalemen yang positif," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran