Peduli Krisis Pemuda di KBB, FOBB Buktikan Pemuda Aset dan Masa Depan Daerah

FOBB KBB ingin membuktikan bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa sekaligus aset dan modal masa depan daerah.

Peduli Krisis Pemuda di KBB, FOBB Buktikan Pemuda Aset dan Masa Depan Daerah
FOBB ingin membuktikan bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa sekaligus aset dan modal masa depan daerah, salah satunya pemuda Bandung Barat.

INILAHKORAN, Ngamprah - 'krisis pemuda' itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi dan perkembangan generasi penerus saat ini.

Betapa tidak, sejumlah permasalahan dan kasus yang terjadi dalam beberapa waktu ke belakang juga kerap ditimbulkan pemuda, seperti aksi kriminalitas, amoral, hingga kekerasan yang terjadi kerap terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Baca Juga: Spoiler Alchemy of Souls Episode 9: Jang Wook Putus Asa dengan Tunjukkan Tangan Merahnya ke Mu Deok Yi

Bahkan, Presiden Pertama RI, yakni Ir. Soekarno pernah mengungkapkan sebuah untaian kalimat "Aku lebih senang pemuda yang merokok dan minum kopi sambil diskusi tentang bangsa ini, daripada pemuda kutu buku yang memikirkan diri sendiri".

Namun, lagi-lagi itu hanyalah sebuah kata-kata yang mereka ucapkan sebagai pembelaan ketika dibanding-bandingkan dengan orang yang sedang menyendiri dan suka membaca buku.

Melihat krisis pemuda tersebut, Eka Sandi Saputra Subrata seorang pembina Forum Osis Bandung Barat (FOBB) ingin membuktikan bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa sekaligus aset dan modal masa depan daerah, salah satunya pemuda Bandung Barat.

Kepeduliannya terhadap krisis pemuda yang saat ini terjadi, ia pun mengambil sejumlah langkah positif untuk mewadahi para pemuda, khususnya dari kalangan pelajar.

Baca Juga: Spoiler Why Her? Episode 9: Konfrontasi Makin Meningkat antara Oh Soo Jae - Choi Tae Guk - Choi Yoon Sang

Berawal dari sebuah sekoci yang diberi nama Forum Osis Bandung Barat (FOBB) yang dibentuk pada 2015 silam, dirinya mulai menghimpun para pelajar yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Pada 2014 kita bergerak dan memulai FOBB di KBB, mulai menghimpun para pelajar di KBB karena kami melihat kota/kabupaten lain. Bahkan, saya juga aktif di Jawa Barat di Forum Osis, tentu KBB tidak boleh ketinggalan.

Menurutnya, pelajar adalah salah satu aset dan modal besar untuk masa depan satu daerah.

"Maka, memang kami mulai berhimpun pada 2014, kemudian pada 2015 kami menginisiasi FOBB. Kemudian, pada 2015 hingga tahun ini sudah ada tujuh generasi dan sekarang sudah generasi kedelapan," tuturnya.

Baca Juga: Izin Usaha Elvis Dicabut, Kota Bogor Tertutup untuk Holywings

Ia meyakini, bahwa 5 tahun pertama satu organisasi itu adalah membangun pondasi dan pihak menguatkan pondasi tersebut.

"Kemandirian yang selalu saya usung, bahwa kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri dan tidak menggantungkan kepada siapapun," ujarnya.

Ia menyebut, dengan kemampuan diri sendiri, dengan kemampuan kebersamaan, pihaknya terus bergerak sampai saat ini.

Terkait dengan kebersamaan atau kolaborasi ini adalah sebuah keniscayaan, meskipun saat ini kolaborasi itu belum begitu kuat dengan pihaknya.

"Tapi, kami yakin punya niat yang sama, hanya tinggal bagaimana niat yang sama ini bisa bertemu dengan titik betul-betul bisa membawa dampak yang bermanfaat untuk semua," bebernya.

Baca Juga: Nikmati Menjadi Seorang Ayah, Nick Cannon Tampak Ceria Bermain Bersama Anak Kembarnya!

Ia mengaku, selama beberapa tahun ini keberadaan FOBB memang dipangku oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) KBB.

"Jadi memang beberapa tahun ini kami melekatkan diri kepada Dispora pada porsi kepemudaan," ujarnya.

Kendati begitu, ia menegaskan, porsi FOBB ini untuk mendukung Pemda KBB dari awal bahwa ini adalah aset-aset masa depan untuk KBB.

Ia menyebut, pada tahun lalu jumlah anggota FOBB ada di 102 sekolah dan tahun 2022 pihaknya menargetkan 200 sekolah di 16 kecamatan di KBB.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Kamis 1 Juli 2022: Reyna Pilih Hidup Bersama Nino Buat Andin Kecewa dan Pingsan?

"Saat ini di generasi 8 sudah ada 39 sekolah yang memangku kepengurusan, artinya hampir di setiap wilayah kami memiliki 5 Koordinator Wilayah (Korwil), dan setiap Korwil itu ada 6-7 sekolah saat ini mewakili wilayah masing-masing di kepengurusan," sebutnya.***(agus satia negara).


Editor : inilahkoran