Tol Getaci diprediksi dorong industri properti Gedebage-Tasikmalaya

Portal properti Rumah.com menyatakan pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) bisa mendorong prospek industri properti di

Tol Getaci diprediksi dorong industri properti Gedebage-Tasikmalaya
Portal properti Rumah.com menyatakan pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) bisa mendorong prospek industri properti
INIAHKORAN, Bandung-Portal properti Rumah.com menyatakan pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) bisa mendorong prospek industri properti di kawasan sepanjang lintasan tol tersebut sehingga dapat mengembalikan minat ke properti di area Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.
 
"Jalan tol Getaci tersebut akan bisa menjadi opsi akses transportasi mengingat area Priangan Timur dan Jawa Barat bagian selatan. Yang mana selama ini akses infrastrukturnya tidak sebaik daerah lain di pulau Jawa," kata Country Manager Rumah.com, Marine Novita, dalam siaran persnya yang diterima di Bandung, Jumat.

Menurut Marine, wilayah Bandung Timur dan Selatan saat ini menjadi area yang prospektif bagi para pencari hunian. Selain itu, kata dia, lokasinya terkoneksi dengan berbagai akses jalan tol.
 
Rumah.com juga menyatakan bahwa area Buahbatu yang berada di kawasan Bandung Timur, Jawa Barat merupakan wilayah yang mengalami pertumbuhan paling pesat secara tahunan baik dari sisi permintaan maupun suplai propertinya.
 
"Data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2022 menunjukkan indeks permintaan properti Buahbatu cenderung mengalami kenaikan yaitu sebesar 8,2 persen secara kuartalan dan 6,2 persen secara tahunan," kata Marine Novita.
 
Sementara indeks suplai properti Buahbatu mengalami penurunan sebesar 4,3 persen secara kuartalan namun mengalami kenaikan sebesar 4,3 persen secara tahunan.
 
Marine mengatakan untuk di dua area lainnya di wilayah Bandung Timur, Jawa Barat tren indeks permintaan properti cenderung mengalami penurunan sangat tajam.
 
Ia mengatakan area Gedebage, Bandung mengalami penurunan permintaan sebesar 0,4 persen secara kuartalan dan 26,9 persen secara tahunan. Sedangkan area Cileunyi juga mengalami penurunan permintaan sebesar 7,5 persen secara kuartalan dan 36,1 persen secara tahunan.
 
Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal I 2022 mencapai 5,61 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen secara tahunan.
 
Tingginya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat menunjukkan adanya kenaikan ekspor, investasi, maupun konsumsi masyarakat.

Marine menjelaskan bahwa pesatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pasca pandemi termasuk kenaikan konsumsi masyarakat masih belum diikuti oleh sektor properti khususnya di wilayah Bandung dimana tren indeks harga maupun indeks suplai properti masih sangat fluktuatif dan cenderung mengalami penurunan.
 
Menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2022, indeks harga properti Buahbatu mengalami penurunan sebesar 0,6 persen secara kuartalan dan sebesar 2,7 persen secara tahunan.

Sedangkan indeks permintaan properti Buahbatu cenderung mengalami kenaikan yaitu sebesar 8,2 persen secara kuartalan dan 6,2 persen secara tahunan.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) tersebut merupakan hasil analisis dari 700.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Marine menuturkan bahwa menurut data Rumah.com, wilayah yang prospektif adalah Cileunyi. Lokasinya yang sudah berada di luar kota Bandung sehingga harganya relatif jauh di bawah daerah Bandung yang lain sepanjang jalur Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi).
 
Dengan pesatnya pembangunan di Bandung Timur bukan tidak mungkin area ini justru akan berkembang di masa depan.

Dari semua area tersebut, kawasan Gedebage memiliki median harga yang paling tinggi, namun itupun masih bisa tumbuh karena kenaikan harga masih terjadi dengan ditopang oleh adanya kenaikan permintaan.
 
Sementara itu area Pasteur yang selama ini popular sebagai gerbang keluar masuk kota Bandung sepertinya mulai mengalami kejenuhan.

"Investor yang selama ini mengincar area Pasteur bisa menunggu untuk masuk di titik yang lebih optimal. Di sisi lain, warga Bandung yang mencari hunian pertama bisa melirik area Kopo karena berada di luar radar banyak pencari rumah yang lain. Kehadiran tol Soroja dan pembangunan flyover dapat mengurangi kemacetan di area Kopo," katanya.***
 


Editor : inilahkoran