Was-was PMK, Penjual Hewan Kurban di KBB Keluhkan Sepi Pengunjung

Beberapa hari menjelang Idul Adha tahun ini, penjual hewan kurban di KBB mengeluhkan permintaan lantaran sepi pengunjung.

Was-was PMK, Penjual Hewan Kurban di KBB Keluhkan Sepi Pengunjung
Was-was PMK, penjual hewan kurban di KBB mengeluhkan sepi pengunjung.

 

INILAHKORAN, Ngamprah - Beberapa hari menjelang Idul Adha tahun ini, penjual hewan kurban di KBB mengeluhkan permintaan lantaran sepi pengunjung.

Para pedagang dan penjual hewan kurban di KBB was-was jika ternaknya terpapar wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Agus Sumartono (49) mengaku sejumlah peternak di sejumlah kandang pun mengeluhkan kondisi sepi pengunjung.

Dikarenakan adanya wabah PMK, pada penjual sapi kurban di KBB khususnya kelas premium terpaksa harus melakukan antisipasi dengan memasang semprotan cairan disinfektan di pintu masuk menuju kandang sapinya. Dia mengaku, hal itu bisa mengatasi kondisi sepi pengunjung.

Baca Juga: Penggunaan Aplikasi MyPertamina di SPBU Tak Ada Persetujuan DPR

"Itu dilakukan agar pembeli yang akan melihat koleksi sapinya akan disemprot cairan disinfektan untuk memastikan mereka terbebas dari virus," jelasnya.

Selain itu, terang dia, kandang juga disemprot setiap harinya dengan disinfektan supaya terbebas dari virus.

"Di kandang miliknya terdapat 10 ekor sapi jenis Simental yang akan dijual untuk hewan kurban tahun ini," terangnya.

Baca Juga: Ibu dan Tiga Orang Anak Ditemukan Tewas di Danau AS, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Ia menyebut, bobotnya pun cukup bervariasi dikisaran 500 kg hingga 850 kg, dengan harga jual antara Rp40 juta sampai Rp70 juta.

Bahkan, sambungnya, tahun lalu ada salah satu sapinya yang berbobot hampir 1 ton dibeli oleh Presiden Jokowi sebagai hewan kurban.

"Jadi kebayang kalau misalnya sapi-sapi itu kena PMK dan sakit atau harus dipotong paksa, berapa kerugian yang harus ditanggung. Makanya sebagai antisipasi pembeli yang mau liat harus disemprot disinfektan dulu sebelum masuk ke kandang," sebutnya.

Baca Juga: Aplikasi MyPertamina Belum Berlaku di KBB, Warga Minta Kaji Ulang

Kendati demikian, sebut dia, untuk perayaan Idul Adha kali ini kondisi penjualan sangat sepi. Bahkan sepekan menjelang Idul Adha sapinya belum ada yang terjual.

"Padahal jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sejak dua pekan sebelum hari H sudah banyak ternak sapi koleksinya yang dibeli oleh pelanggannya," keluhnya.

Ia mengaku, sepinya penjualan hewan kurban tidak bisa dilepaskan dari mewabahnya PMK yang sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

Baca Juga: Gebyar Kabupaten Cirebon Katon Bersihe, Strategi Pemkab Kurangi Volume Sampah

"Bahkan kini sebarannya sudah hampir di temukan di sejumlah daerah, termasuk di Lembang, KBB, yang merupakan salah satu sentra sapi perah dan potong di Jawa Barat," ujarnya.

Selain faktor ekonomi yang belum pulih benar, tambah dia, adanya wabah PMK juga membuat minat orang untuk membeli hewan kurban sedikit berkurang.

"Jadi saya pesimistis penjualan bisa seperti tahun lalu, apalagi sudah tinggal seminggu menuju Hari Raya Idul Adha," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran