Cuaca Tak Menentu Akibatkan Belasan Hektare Lahan Tembakau di KBB Terancam Gagal Panen

Kondisi cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini membuat lahan tembakau di sejumlah kecamatan di KBB terancam gagal panen.

Cuaca Tak Menentu Akibatkan Belasan Hektare Lahan Tembakau di KBB Terancam Gagal Panen
Akibat cuaca tak menentu, belasan hektare lahan tembakau di KBB terancam gagal panen.

INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini membuat lahan tembakau di sejumlah kecamatan di KBB terancam gagal panen.

Tak hanya itu, daun tembakau yang telah dipanen pun membusuk lantaran para petani tak bisa mengeringkan daun tembakau yang telah dipanen karena sering tiba-tiba turun hujan deras di KBB (Kabupaten Bandung Barat).

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) KBB Agus Rianto mengatakan, akibat dari kondisi tersebut daun tembakau membusuk, berwarna hitam, dan tidak bisa dijual.

Baca Juga: Proyek Jalan Bomang Segera Dilanjutkan Dinas PUPR Kabupaten Bogor

"Sekarang cuaca tidak menentu kadang panas, tapi tiba-tiba hujan. Itu jelas merugikan buat petani tembakau, karena tidak bisa mengeringkan daun tembakau yang telah dipanen," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar satu hektare lahan tembakau yang terancam gagal panen.

Kendati demikian, sambung dia, jika kondisi seperti ini terus berlarut-larut hingga akhir tahun, bukan tidak mungkin luasan lahan yang gagal panen bisa mencapai 15 hektare.

Baca Juga: Spoiler Alchemy of Souls Episode 6: Jin Cho Yeon Selidiki Mu Deok Yi, Persaingan Cinta Segitiga Terjadi?

"Gagal panen tembakau pernah terjadi pada awal tahun. Saat itu kondisi cuaca lebih dominan hujan," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan, terang dia, biasanya pada pertengahan tahun sudah masuk musim panas, tapi itu tidak terjadi.

"Ternyata saat ini hujan masih terus turun, jadinya tembakau yang dipanen gak bisa dijemur dan membusuk sehingga tidak bisa dijual," keluhnya.

Baca Juga: Ibu dan Tiga Orang Anak Ditemukan Tewas di Danau AS, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Ia menerangkan, beberapa lahan tembakau yang terancam gagal panen terletak di Kecamatan Ngamprah, sebagian Cililin, dan Gununghalu.

"Daun tembakau busuk bisa dicegah jika petani memiliki dryer tobacco machine atau alat pengering tembakau kapasitas besar. Namun para petani tidak punya alat tersebut," terangnya.

Baca Juga: Aplikasi MyPertamina Belum Berlaku di KBB, Warga Minta Kaji Ulang

Ia berharap, ada bantuan alat pengering supaya bisa mencegah gagal panen.

"Kalau hitungan sampai gagal panen hingga 15 hektare di akhir tahun nanti, bisa mencapai Rp150 juta," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran