46 Jemaah Haji Dideportasi, Kemenag KBB Pesan Hal Ini

Kasus dideportasinya 46 calon jemaah haji furoda akibat memakai visa haji dari Singapura dan Malaysia menuai permasalahan baru ditengah mome

46 Jemaah Haji Dideportasi, Kemenag KBB Pesan Hal Ini
kantor kementrian agama kabupaten bandung barat
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus dideportasinya 46 calon jemaah haji furoda akibat memakai visa haji dari Singapura dan Malaysia menuai permasalahan baru ditengah momentum hikmatnya pelaksanaan ibadah haji yang kali pertama dilakukan pasca pandemi COVID-19.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Ismail mengimbau agar jemaah calon haji furoda yang dipulangkan ke Indonesia segera lapor ke aparat kepolisian atau Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag KBB. 
 
Menurutnya, hal itu dilakukan guna penanganan lanjutan pasca gagalnya 46 jamaah furoda menunaikan ibadah haji lantaran tertahan di bandara.
 
 
"Kita imbau bagusnya melapor ke Kemenag atau pihak-pihak kepolisian. Karena ini sudah ada indikasi penipuan," katanya saat dihubungi, Senin 4 Juli 2022.
 
Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah haji telah diatur secara ketat oleh regulasi pemerintah. 
 
"Oleh karenanya, ada sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi bagi jamaah, termasuk haji furoda," jelasnya.
 
 
Ia berharap, kasus 46 jemaah calon haji yang dideportasi ini menjadi pelajaran agar para calon haji tidak menempuh jalur instan untuk menunaikan ibadah haji. 
 
"Jangan tergiur dengan tawaran. Jika ada orang yang menjanjikan bayar sekian rupiah, kemudian bisa melaksanakan dipastikan itu bohong," ucapnya.
 
Sebelumnya, beredar kabar bahwa tiga dari 46 calon jemaah haji asal Indonesia yang dideportasi itu berasal dari Kecamatan Lembang, KBB. 
 
 
Camat Lembang Herman Permadi mengatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri identitas dan alamat lengkap tiga warganya itu. 
 
Menurutnya, informasi tersebut masih simpang siur dan harus dipastikan domisilinya. 
 
"Iya betul ada dugaan warga kami (Lembang) menjadi korban, namun sudah konfirmasi ke pihak Desa Pagerwangi dan yang lainnya belum ada kepastian. Bisa saja warga itu memang punya KTP lembang tapi tidak berdomisili di Lembang," bebernya.
 
 
Diketahui, hasil Kemenag KBB telah melakukan penelusuran langsung ke alamat PT Alfatih Indonesia Travel selaku perusahaan penyedia jasa perjalanan yang memberangkatkan 46 jemaah calon haji yang dideportasi Arab Saudi. 
 
Kemenag KBB mengecek alamat PT Alfatih Indonesia Travel di Jalan Panorama 1 No. 35 A, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 
 
Hasil penelusuran ternyata alamat tersebut palsu, lantaran lokasi itu merupakan sebuah penginapan bernama Hotel Cahya Panorama.***(agus satia negara).


Editor : inilahkoran