Polisi Bongkar Spesialis Pencurian Rumah Kosong di Bandung, Pelaku Selalu Bawa Senjata Api Melancarkan Aksinya

Dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan yang menggunakan senjata api dalam setiap melaksanakan aksinya di Kabupaten Bandung, berhasil di

Polisi Bongkar Spesialis Pencurian Rumah Kosong di Bandung, Pelaku Selalu Bawa Senjata Api Melancarkan Aksinya
Dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan yang menggunakan senjata api dalam setiap melaksanakan aksinya di Kabupaten Bandung,
INILAHKORAN- Dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan yang menggunakan senjata api dalam setiap melaksanakan aksinya di Kabupaten Bandung, berhasil diciduk Polisi.
 
Pengungkapan tersebut berawal dari tindakan pencurian yang terjadi disebuah rumah di Perum Kencana Ciganitri, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung pada 30 Juni 2022 lalu.
 
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo didampingi Kasat Reskrim Polresta Bandung Akp Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan para tersangka ini melakukan aksinya selalu  membawa senjata api.
 
 
"Aksi para pelaku ini sebelumnya pernah viral dimedia sosial, saat mereka menodongkan senjata api ke warga yang menghadangnya di Margahayu pada Januari 2022 lalu," kata Oliestha di Polresta Bandung, di Soreang, Senin 4 Juli 2022.
 
Menurut Oliestha, saat para pelaku ini mengulangi aksi yang sama di wilayah Kecamatan Bojongsoang. Dua dari tiga orang pelaku yang masing-masing berinisial EJ (51) dan SY (53) berhasil diciduk petugas.
 
"Pada saat  para pelaku melakukan aksinya di Bojongsoang, masyarakat melapor kepada kami. Dua orang pelaku berhasil kami ciduk, sedangkan satu orang lagi dalam pengejaran kami," ujarnya.
 
 
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa dua pucuk senjata api, 12 butir peluru aktif caliber 38 serta berbagai jenis senjata tajam.
 
"Untuk kepemilikan senjata api dan peluru aktif ini, kami masih lakukan pengembangan. Ada dua senjata api, yang satu rakitan sedangkan satu lagi bukan rakitan tapi tidak ada nomor serinya, katanya dapat dari seseorang yang sedang kami dalami," katanya.
 
Dari hasil pengembangan, lanjut Oliestha, diketahui bahwasanya tersangka ini melakukan 21 aksi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.
 
 
"Saat diamankan para pelaku ini melakukan perlawanan dan  membahayakan petugas, maka kami lakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku. Satu pelaku masih buron dan masih dalam pengejaran petugas. Mereka ini residivis dengan kasus yang sama dan pernah diamankan beberapa kali seperti di Lampung, Polrestabes Bandung dan Polresta Bandung," katanya.
 
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 365 dan atau 363 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (rd dani r nugraha).***


Editor : inilahkoran