Kembali Hirup Udara Kota Kembang, Begini Kata Crazy Rich Bandung Doni Salmanan

Doni Salmanan, Crazy Rich Bandung, tersangka kasus penipuan investasi opsi biner aplikasi Quotex, kembali menghirup udara Kota Kembang.

Kembali Hirup Udara Kota Kembang, Begini Kata Crazy Rich Bandung Doni Salmanan
Sebanyak 17 JPU ddisiapkan Kejati Jabar untuk mendakwa Doni Salmanan.

INILAHKORAN, Bandung – Doni Salmanan, Crazy Rich Bandung, tersangka kasus penipuan investasi opsi biner aplikasi Quotex, kembali menghirup udara Kota Kembang.

Crazy Rich Bandung Doni Salmanan datang sekitar pukul 09.00 WIB di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dia datang menggunakan mobil dari Jakarta bersama penyidik Mabes Polri.

Doni Salmanan, Crazy Rich Bandung, tampak mengenakan batik saat proses pelimpahan perkaranya tersebut. “Alhamdulillah sehat, sehat,” kata Doni.

Setibanya di Kantor Kejati Jawa Barat, Doni langsung digiring masuk ke ruangan tempat pelimpahan berkas perkara. Dia pun saat itu didampingi oleh sejumlah kuasa hukumnya.

Baca Juga: Sebanyak 17 JPU dari Kejagung dan Kejari Bale Bandung Disiapkan untuk Mendakwa Doni Salmanan

Pelimpahan kasus ini merupakan tahap kedua. Dengan begitu, Doni Salmanan, crazy rich Bandung itu akan segera disidangkan.

Selain Doni Salmanan, penyidik juga menyerahkan sejumlah barang bukti. Barang bukti itu disimpan sementara di Kantor Kejari Bale Bandung yang akan menangani kasus ini.

Diketahui ada lebih dari 100 item barang bukti yang berkaitan dengan perkara Quotex tersebut. Nilainya sekitar Rp64 miliar.

Baca Juga: Doni Salmanan, Crazy Rich Bandung Diserahkan Polisi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

“Barang bukti sebagian sudah disimpan di Kejari Bale Bandung dan sebagian dalam proses penyerahan termasuk mobil mewah ke Kejari Bale Bandung,” katanya.

Tersangka menurutnya melanggar Pasal 45a ayat (1) jo Pasal 28 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE sebagaimana diubah dan Pasal 3 UURI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang atau Pasal 4 UURI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dengan pelanggaran sejumlah pasal undang-undang tersebut, pria bernama lengkap Doni Muhammad Taufik itu terancam pidana selama 20 tahun. (cesar yudistira)


Editor : inilahkoran