Kasus ACT Jadi Sorotan, Begini Pengakuan Penerima Bantuan di KBB

Para penerima bantuan di KBB kini mulai bersuara banyaknya sorotan terhadap ACT di berabagai daerah soal penyaluran bantuan

Kasus ACT Jadi Sorotan, Begini Pengakuan Penerima Bantuan di KBB
ACT kini jadi sorotan begitu juga di KBB

INILAHKORAN, Ngamprah - Maraknya pemberitaan dugaan adanya penyelewengan dana umat oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat ini mendapat sorotan dari pelbagai pihak, khususnya di daerah.

Salah satunya di Kabupaten Bandung Barat (KBB) lantaran lembaga ACT tersebut sempat eksis, bahkan sempat beberapa kali berkolaborasi dengan Pemda KBB dalam kegiatan bantuan sosial.

Keberadaan ACT di KBB sempat memiliki kantor cabang di kawasan Padalarang, namun sudah tidak aktif.

Baca Juga: Ramai Tagar #AksiCepatTilep, Polri Buka Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Dana Umat oleh ACT

Tak hanya itu, lembaga ini pun sempat berkontribusi memberikan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak COVID-19 bersama Pemda KBB.

Salah satu penerima manfaat program sumur bor air bersih dari ACT, yakni Yayasan Nurul Mukhtariyah di Sindangkerta, KBB, mengaku tidak tahu sumber dana yang digelontorkan dari ACT.

Pihaknya mengaku hanya sebagai penerima manfaat dari bantuan yang diberikan.

"Mereka yang menanyakan butuh bantuan apa, jadi kami hanya mengusulkan setelah mereka menyampaikan akan memberikan bantuan," kata Ketua Yayasan Nurul Mukhtariyah, Saiful Rachman.

Baca Juga: Jelang Akhir Ramadhan, ACT Masifkan Distribusi Pangan Bagi Warga KBB dan Cimahi

"Jadi kami ini sebagai penerima manfaat saja," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), KBB, Soeryaman Effendi mengaku telah mendengar dan mengakomodir perkembangan informasi yang muncul. Seperti sebelumnya soal Khilafatul Muslimin, Mata Elang, dan saat ini yang sedang ramai disorot soal ACT.

"Informasi itu sudah kami dengar, tapi kan mewenangan kita terbatas terlebih itu lembaga eksternal (pemda). Jadi hanya mengakomodir saja kalau ada informasi yang masuk," ujarnya.

Ia mengaku, pihaknya memastikan jika lembaga ACT tidak terdaftar atau teregistrasi secara resmi di Bakesbangpol KBB.

Baca Juga: Tak Hanya Comeback dengan Konsep Versi 'End', TXT Umumkan Tur Duni 2022 'ACT LOVESICK'

"Itu diketahui berdasarkan dari hasil verifikasi terbaru yang telah dilakukan pihaknya kepada ormas, LSM, dan lembaga kemasyarakatan lainnya di KBB," ujarnya.

Padahal, terang dia, semestinya mereka juga melampirkan pemberitahuan soal keberadaanya di KBB.

"Dari verifikasi terbaru yang dilakukan Bakesbangpol KBB, hanya ada 211 ormas, LSM, dan lembaga lainnya, yang terdaftar secara resmi di kami. Untuk ACT itu tidak teregister secara resmi di kami," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran