Gegara Dendam Kesumat Sejak SD, Seorang Kader Partai Demokrat di Rancaekek Tewas Dibacok

Hanya gegara dendam kesumat sejak SD, Misa Munggara (35) seorang kader Partai Demokrat di Rancaekek tewas dibacok.

Gegara Dendam Kesumat Sejak SD, Seorang Kader Partai Demokrat di Rancaekek Tewas Dibacok
Misa Munggara yang notabene kader Partai Demokrat di Rancaekek tewas dibacok itu usai dianiaya dua orang pelaku. Hanya gegara dendam kesumat sejak SD, pelaku mendatangi korban yang tinggal di Kampung Rancakuya RT 05 RW 02 Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Hanya gegara dendam kesumat sejak SD, Misa Munggara (35) seorang kader Partai Demokrat di Rancaekek tewas dibacok.

Misa Munggara yang notabene kader Partai Demokrat di Rancaekek tewas dibacok itu usai dianiaya dua orang pelaku. Hanya gegara dendam kesumat sejak SD, pelaku mendatangi korban yang tinggal di Kampung Rancakuya RT 05 RW 02 Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung Saeful Bahri membenarkan kejadian mengenaskan terhadap seorang kader Partai Demokrat di Rancaekek tewas dibacok itu. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin 4 Juli 2022, sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca Juga: Masih Bekerja di Italia, Angelina Jolie Boyong Ketiga Anaknya Belanja di Pasar Umum!

Dia memastikan terkait motif pelaku itu tidak ada motif politik. Berdasarkan keterangan dari istri korban, motif pelaku yakni gegara dendam kesumat sejak SD.

"Katanya dendam lama, sudah lebih 20 tahun. Ya sewaktu masih SD katanya sih, jadi enggak ada motif politik dalam peristiwa itu," kata Saiful, Selas 5 Juli 2022.

Dia mengakui, korban Misa Munggara merupakan salah satu kader terbaik partainya. Korban tercatat sebagai Ketua Ranting Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek. Tak hanya itu saja, korban juga adalah alumni akademi Taruna Demokrat.

Baca Juga: Performa Febri Hariyadi Dikritik Bobotoh, Robert Alberts: Dia Harus Memaksimalkan Kualitas

"Kami dari partai juga menyiapkan tim hukum untuk pendampingan proses hukum. Tidak hanya itu saja, kami juga menyiapkan beasiswa pendidikan untuk anak almarhum, sekaligus memperbaiki rumahnya dari program Rutilahu yang didorong Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung," ujarnya.

Mengenai kondisi istri dan satu orang anak almarhum, kata Saiful, hingga saat ini masih dalam keadaan tertekan dan trauma. Karena memang penganiayaan terhadap korban berlangsung dihadapan anak dan istrinya.

"Kami juga akan menyiapkan trauma healing untuk anak dan istrinya. Nanti saya akan meminta kader Demokrat untuk mengurusnya, termasuk menyiapkan pengajian dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Lestarikan Alam untuk Kehidupan, PLN Selamatkan Ekosistem Bawah Laut di 17 Provinsi

Sementara itu, Kapolsek Rancaekek,Kompol Nanang mengatakan kejadian itu bermula korban yang berada di rumahnya didatangi dua orang pelaku. Korban menghampiri kedua pelaku di luar, namun kembali masuk ke dalam rumah.

"Menurut saksi Erna yang juga istri korban, selang beberapa menit kedua orang pelaku ini masuk kedalam rumah dan terjadilah pengaiayaan itu. Korban mengalami luka bacok pada kepala bagian depan. Kemudian kedua pelaku juga menganiaya korban lainya yang bernama Dede Koswara yang hendak memisah perkelahian itu. Korban dilarikan ke RS Cikopo oleh keluarga, namun nahasnya nyawa korban Misa tidak tertolong," kata Nanang.

Baca Juga: Asik Berenang di Sungai Cimanis Cirebon, 2 Remaja Tenggelam Satu Di Antaranya Meninggal Dunia

Menurutnya, identitas kedua orang pelaku yang masin-masing bernama Iin Solihin dan Ayi Permana telah diketahui dan ditangkap. Sedangkan, motif yang melatarbelakangi perbuatan pelaku itu lantaran gegara dendam kesumat sejak SD Iin Solihin kepada korban.

"Saat ini kedua orang pelaku telah kami tangkap. Dibawa ke Polresta Bandung, dan kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya. (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran