Masjid Al Ukhuwah dan Super Dede Hadirkan Solusi Belajar Matematika Asik Tanpa Panik

Penyelenggara seksi pendidikan Masjid Agung Al Ukhuwwah, bekerjasama dengan pelatihan Super Dede menggelar program matematika di dalam bus

Masjid Al Ukhuwah dan Super Dede Hadirkan Solusi Belajar Matematika Asik Tanpa Panik
Penyelenggara seksi pendidikan Masjid Agung Al Ukhuwwah, Balai Kota Bandung bekerjasama dengan pelatihan Super Dede menggelar program Kajian Marematika di dalam Bus (Kadis), dengan tema "Matematika Asyik Tanpa Panik" yang digelar di dalam bus

INILAHKORAN, Bandung - Penyelenggara seksi pendidikan Masjid Agung Al Ukhuwwah, Balai Kota Bandung bekerjasama dengan pelatihan Super Dede menggelar program Kajian Marematika di dalam Bus (Kadis), dengan tema "Matematika Asyik Tanpa Panik".

Mereka, yang di dominasi oleh para ibu-ibu mengikuti belajar matematika dengan mudah dan simple. Ibu-ibu itu, mulai dari guru Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menegah Pertama (SMP).

Di dalam bus, mereka mengelilingi start dari Masjid Agung Al Ukhuwwah, Balai Kota Bandung, Cicendo, Stasiun Bandung, Pasir Kaliki, Paris van Java, Cihampelas, Gasibu, Supratman, Cicadas, Balaikota, dan finish-nya pun di Masjid tersebut.

Baca Juga: Dengan Penampilan Kasual Keren, Jennifer Lawrence dan Cooke Maroney Santai Nikmati Makan Siang di LA

Sebagai pengajar, Dede Supriyadi mengatakan, pihaknya mengajarkan matematika asik tanpa panik, programnya yaitu Kadis. Mereka belajar perkalian tanpa susun bawah dengan metode super Dede (nama saya sendiri dan itu penemuan saya).

"Bahwa kita punya penemuan perkalian dengan metode Super Dede dan bukunya sudah ada, yang selama ini dari SD sampai perguruan tinggi cara mengalikan itu kan menjadi satu momok bagi anak-anak, karena metodenya susun bawah," ujar Dede Supriyadi, yang juga mantan Nomine Augerah Guru Inspiratif Een Sukaesih Award 2016 lalu, Selasa 5 Juli 2022.

Oleh sebab itu, lanjut dia, dengan metode Super Dede, pihaknya menulis dengan cara mendatar. Itu yang diajarkan kepada ibu-ibu di dalam bus, sehingga para orang tua dan guru itu sangat tertarik sekali.

Baca Juga: Performa Febri Hariyadi Dikritik Bobotoh, Robert Alberts: Dia Harus Memaksimalkan Kualitas

"Cuma masalahnya, kita nggak ada akses ke otoritas pendidikan," ujarnya.

Menurut dia, bahwa selama ini belajar matematika itu takut dan sulit. Pihaknya mengubah dari segi konsep, bahwa belajar matematika itu bisa dimana saja, yang terpenting ada kemauan.

"Sambil rekreasi lah, ibu-ibu kan senang, apalagi guru matematika. Yang ikut itu sekitar 40 orang yang ada di dalam bus, kita sambil keliling-keliling kota Bandung," ujarnya

Saya berharap, ini menjadi suatu solusi kesulitan anak-anak belajar sampai kapanpun walaupun kurikulum di ubah berkali-kali," pungkas Dede Supriyadi.*** (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran