Gonjang ganjing ACT Tak Pengaruhi Aktivitas Kemanusiaan MRI Jabar

Gonjang ganjing ACT ternyata tak memengaruhi aktivitas kemanusiaan yang dilakukan Masyarakat Relawan Indonesia atau MRI Jabar.

Gonjang ganjing ACT Tak Pengaruhi Aktivitas Kemanusiaan MRI Jabar
Gonjang ganjing ACT yang mencuat akhir-akhir ini diakui relatif tidak berpengaruh terhadap MRI Jabar yang menjadi mitra pelaksanaan berbagai program aktivitas yang digulirkan ACT.

INILAHKORAN, Bandung - Gonjang ganjing ACT ternyata tak memengaruhi aktivitas kemanusiaan yang dilakukan Masyarakat Relawan Indonesia atau MRI Jabar.

MRI Jabar sejauh ini merupakan mitra pelaksana berbagai program aktivitas kemanusiaan yang digulirkan ACT. Gonjang ganjing ACT yang mencuat akhir-akhir ini pun diakui relatif tidak berpengaruh.

"Dari sebelum ramai menjadi pemberitaan di salah satu media massa dan hingga saat ini, aktivitas kemanusiaan kami di MRI Jabar masih berjalan seperti biasanya. Bahkan, (sebelum ada Gonjang ganjing ACT itu) untuk menghadapi Idul Adha ini juga ACT sudah meminta kami untuk mencari titik-titik pelaksanaan kurban, agar tepat sasaran sampai kepada penerima manfaat," kata Ketua MRI Jabar Atep Salman Alfarizi kepada INILAHKORAN, Rabu 6 Juli 2022.

Baca Juga: Cerita Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh JE, Sempat Tak Dapat Perlindungan hingga Lapor ke Komnas PA

Atep menegaskan, aktivitas kemanusiaan harus tetap berjalan. Apalagi, pada saat pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Itu membutuhkan bantuan dan pendampingan. Sehingga, ia tetap bekerja dan mengintruksikan kepada semua relawan MRI Jabar untuk terus berbuat kebaikan, tidak perlu tepengaruh oleh isu negatif yang saat ini menerpa ACT.

"Masalah yang terjadi itu cuma perseteruan di pusat ACT saja dan sebenarnya hanya dinamika internal. Jadi dari dulu sebelum ada berita tersebut, donasi dari para dermawan yang dititipkan ke ACT distribusinya oleh kami di MRI tetap berjalan seperti biasa, bahkan sampai saat ini," ujarnya.

Atep melanjutkan, implementasi dari berbagai program penyaluran donasi dari ACT yang disalurkan oleh MRI kepada penerima manfaat ini, terbilang banyak macamnya. Diantaranya adalah, paket sedekah pangan, bantuan usaha untuk pelaku UMKM, distribusi hewan kurban, berbagi paket makanan siap saji. Tak hanya itu saja, relawan MRI selalu diturunkan membatu masyarakat diberbagai daerah yang terkena musibah bencana alam.

Baca Juga: Rampok di Kandang Ayam Nanggung, Timah Panas Lumpuhkan Pria Ini di Tangerang

"Bahkan penyaluran donasi dari ACT itu sampai ke luar negeri. Diantaranya ke Nepal, Palestina dan India. Nah ini juga kenapa ada tudingan ACT katanya memberi donasi untuk organisasi teroris. Tudingan ini muncul karena ACT membantu masyarakat Muslim Palestina melalui Bang Onim (relawan Indonesia di Palestina). Itulah fitnah yang saat ini ditujukan kepada ACT," katanya.

Atep melanjutkan, kata dia, hubungan ACT dengan MRI, sebenarnya dua lembaga yang berbeda. Namun memang, selama ini berbagai program kemanusiaan yang digagas ACT kerap dilaksanakan MRI. Meski demikian, sebenarnya MRI ini bisa saja berkolaborasi dengan lembaga amal lainnya.

Baca Juga: Lagi! Chris Rock dan Lake Bell Terlihat Habiskan Waktu Bersama, Pakaiannya Super Mewah

Termasuk selama ini juga MRI seringkali berkolaborasi dengan instansi pemerintah, Kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, Dinas Sosial yang ada disetiap Kabupaten/Kota dan lainnya. Kata dia, jumlah relawan MRI Jabar hingga saat ini tercatat sebanyak 5.000 orang. Namun relawan yang terbilang aktif ada sekitar 1.000 orang. Itu tersebar disemua Kabupaten/kota di Jabar.

"MRI itu ormas yang berbeda dengan ACT. Tapi ibaratnya berangkat dari tempat yang sama, kalau di sekolah itu seperti Osis dan Pramuka lah. Jadi implementasi dari program ACT itu kami yang melaksanakan distribusinya agar sampai tepat sasaran kepada penerima manfaat. Saya gabung di MRI dari 2008, jadi tahu persis perjuangan dari ACT dan MRI ini,jadaya meyakini tuduhan dari pihak ketiga itu cuma fitnah saja," kata Atep yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua MRI Kabupaten Bandung. (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran