Jasad Tengkorak Tergantung di Sindangkerta Ternyata Warga Cihampelas KBB

Camat Sindangkerta Ahmad Sodikin mengatakan jasad tengkorak yang tergantung di Sindangkerta ternyata warga Cihampelas KBB.

Jasad Tengkorak Tergantung di Sindangkerta Ternyata Warga Cihampelas KBB
Berdasarkan informasi, korban bunuh diri yang jasadnya tergantung tinggal tengkorak itu bukan warga Desa Rancasenggang. Melainkan warga Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, KBB.

INILAHKORAN, Ngamprah - Camat Sindangkerta Ahmad Sodikin mengatakan jasad tengkorak yang tergantung di Sindangkerta ternyata warga Cihampelas KBB.

"Korban merupakan warga Cihampelas KBB yang sengaja datang ke sana (Sindangkerta)," kata Ahmad saat dihubungi, Rabu 6 Juli 2022.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban bunuh diri yang jasadnya tergantung tinggal tengkorak tersebut bukan warga Desa Rancasenggang. Melainkan warga Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, KBB.

Baca Juga: Gonjang ganjing ACT Tak Pengaruhi Aktivitas Kemanusiaan MRI Jabar

Sebelumnya, warga Kampung Cibeletong RT 03/09 Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta, KBB dibuat geger dengan penemuan sesosok jasad yang tinggal tengkorak menggantung di sebuah gubuk di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Sindangkerta AKP Yogaswara mengatakan, korban diketahui bernama Asep Somantri warga Kampung Nagrak RT 03/06, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, KBB.

"Berdasarkan keterangan saksi atas nama Warman, pada hari Jumat 1 Juli 2022, sekitar jam 14.00 Wib, saat sedang mencari bambu disekitar TKP, kemudian melihat seseorang tergantung di atap kayu saung menggunakan jaket jins warna biru," katanya.

Baca Juga: Cerita Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh JE, Sempat Tak Dapat Perlindungan hingga Lapor ke Komnas PA

Selanjutnya, jelas dia, saksi melapor ke ketua RW 09 Ahmad Yani yang kemudian dilaporkan ke Kepala Desa dan ditindaklanjuti piket Polsek Sindangkerta.

"Dari hasil olah TKP, ditemukan satu buah dompet warna hitam disaku celana belakang dan dompet tersebut berisikan KTP atas nama Asep Somantri, uang tunai sebesar Rp75 ribu, dan dua buah isim," jelasnya.

Ia menyebut, di sekitar TKP ditemukan satu buah sandal karet warna hitam merek insoe, topi warna biru bertuliskan Eger.

Baca Juga: Warga Kota Bogor Diminta Konsisten Gunakan Besek dan Daun Pisang untuk Bungkus Daging Kurban

"Saat ditemukan kondisi mayat tersebut sudah menjadi tengkorak," sebutnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengevakuasi jenazah dan hasil pemeriksaan sementara dari Tim Inafis Polres tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kendati demikian, tambah dia, saat akan divisum, pihak keluarga keberatan dan sudah mengikhlaskan serta menerima sebagai musibah dan sudah membuat surat pernyataan.

"Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan oleh pihak keluarga," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran