Kronologi Pria Terserempet Kereta Api di KBB Hingga Tewas

Saman terserempet KA Serayu 302A Jurusan Pasar Senen- Purwokerto, di kawasan Ngamprah, KBB Rabu 6 Juli 2022.

Kronologi Pria Terserempet Kereta Api di KBB Hingga Tewas
Ilustrasi pria tewas terserempet KA (kereta api) di Ngamprah KBB.
INILAHKORAN, Ngamprah - Peristiwa nahas menimpa Saman (40) warga Kampung Cibatu RT 04/ 06 Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tewas akibat terserempet kereta api (KA).
 
Saman terserempet KA Serayu 302A Jurusan Pasar Senen- Purwokerto, di kawasan Ngamprah, KBB Rabu 6 Juli 2022.
 
Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan mengatakan, korban dinyatakan meninggal usai terserempet KA Serayu sekitar pukul 13.00 WIB di rel KA KM 157, Kampung Lebak Gede, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
 
 
"Telah terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang pria akibat terserempet KA Serayu 302A jurusan Pasar Senen - Purwokerto," katanya kepada wartawan, Rabu 6 Juli 2022.
 
Ia menuturkan, korban diketahui mengenakan kaos warna coklat, celana levis panjang warna biru.
 
"Akibat insiden nahas tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala kiri akibat benturan dan dinyatakan meninggal dunia," tuturnya.
 
Ia menjelaskan, dari keterangan saksi atas nama Dika Adira Zukiana mengakui bahwa saat tengah berjaga di kantor dan kedatangan KA jurusan Pasar Senen - Purwokerto. Kemudian, masinisnya  memberitahukan bahwa ada seorang laki laki yang terserempet KA di Km 157.
 
"Posisinya sedang berdiri di sebelah kiri rel ka arah Bandung sambil menggunakan headset," jelasnya.
 
 
Selanjutnya, kata dia bersama saksi lainnya, yakni Muhamad Zakaria melakukan pengecekan. Setibanya di lokasi ternyata benar ada seorang laki-laki yang sudah tergeletak di pinggir rel.
 
"Adapun barang bukti yang kami amankan, diantaranya 1 unit sepeda motor, 1 buah jaket warna hitam merah, tas gendong warna hitam, satu buah kaca mata, sepasang sepatu olahraga, satu buah handphone merk OPPO, satu buah Dompet warna coklat yang berisikan KTP dan SIM," bebernya.
 
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Tim Inafis.
 
 
"Namun saat akan diautopsi, pihak keluarga keberatan dan membuat pernyataan," pungkasnya.*** (agus satia negara).
 
 


Editor : inilahkoran