Lakukan Pembelaan, Bahar bin Smith Mengklaim Tuntutan JPU Penuh Intervensi dan Tak Adil

Tegas Bahar bin Smith menyebutkan tidak menerima keadilan lantaran tuntutan JPU dipenuhi dengan intervensi

Lakukan Pembelaan, Bahar bin Smith Mengklaim Tuntutan JPU Penuh Intervensi dan Tak Adil
Bahar bin Smith sebut tuntutan yang diterimanya dipenuhi intervensi dan tidak adil.

 

INILAHKORAN, Bandung - Bahar bin Smith alias Habib Bahar mengaku tututan jaksa penuntut umum (JPU) terhadapnya dianggap tidak adil dan penuh intervensi.

Ha itu diungkapkan Bahar bin Smith dalam sidang pembelaan atau pleidoi atas tuntutan JPU di PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis 4 Agustus 2022 malam.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dituntut 5 tahun penjara. Jaksa menilai Bahar terbukti melakukan penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung.

Baca Juga: Bahar bin Smith Dituntut 5 Tahun Bui, Pengacara Mengendus Intervensi Penguasa

Bahar menyampaikan pleidoinya secara lisan usai pleidoi tertulis dari kuasa hukum setebal 194 halaman dibacakan hingga malam hari.

"Saya tertawa melihat isi dakwaan 'untuk keadilan' tapi nyatanya isinya bohong. Penuh kemunafikan dan kepalsuan," ujar Bahar.

Adapun maksud Bahar tuntutan tersebut tidak adil, banyak pelaku-pelaku penista agama lain yang justru tak diproses.

Baca Juga: Bahar bin Smith Mengaku Tak Gentar Sekalipun Dituntut Hukuman Mati

Bahkan, Bahar menuding tuntutan lima tahun penjara yang dia terima dari jaksa merupakan intervensi dan bukan keinginan JPU.

"Mana keadilan, saya ditangkap secepat kilat, belum diperiksa saksi sudah ditahan," katanya.

Bahar juga heran atas kasus yang menjerat dia hingga dituduh menimbulkan keonaran atas ceramah yang dilakukan di Lampung Cibisoro, Kabupaten Bandung akhir tahun lalu itu. Dia turut menyinggung pejabat yang justru kerap berbicara kebohongan namun tak diproses.

Baca Juga: Soal Jaksa Menuntut 5 Tahun penjara, Bahar Bin Smith: Anda Menuntut Saya, Kelak di Akhirat Anda Akan Didakwa

"Keonaran daring gara-gara saya ceramah. Beda pendapat di media sosial, apakah adil? Kenapa banyak pejabat berbohong, berdusta, ingkar janji, bukan kah itu kebohongan yang didalamnya ada keonaran, bahkan keonaran daring, banyak rakyat susah. Apa ini disebut keadilan?," kata Bahar dengan nada suara tinggi. (Cesar Yudistira)

 


Editor : inilahkoran