Mengenal Ritual Hajat Lembur, Tradisi Syukur Nikmat Masyarakat Kampung Blok Kaum Batujajar Barat KBB

Masyarakat Kampung Blok Kaum Batujajar Barat, KBB memiliki tradisi Ritual Hajat Lembur sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberi.

Mengenal Ritual Hajat Lembur, Tradisi Syukur Nikmat Masyarakat Kampung Blok Kaum Batujajar Barat KBB
Bagi warga Kampung Blok Kaum Batujajar Barat, KBB, rasa syukur tersebut bisa dituangkan dalam sebuah tradisi dan budaya yang dikenal dengan Ritual Hajat Lembur.

INILAHKORAN, Ngamprah - Masyarakat Kampung Blok Kaum Batujajar Barat, KBB memiliki tradisi Ritual Hajat Lembur sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberi Tuhan YME.

Bagi warga Kampung Blok Kaum Batujajar Barat, KBB, rasa syukur tersebut bisa dituangkan dalam sebuah tradisi dan budaya yang dikenal dengan Ritual Hajat Lembur.

Sesepuh Adat Kampung Blok Kaum Batujajar Barat, KBB Abah Toyo Sopandi mengatakan, Ritual Hajat Lembur tersebut dilaksanakan dalam rangka nyaangan (menerangi) keramat sebagai rasa syukur atas keberkahan yang diberikan Allah Subahahu Wa Ta'ala kepada mereka.

Baca Juga: Ini Aksi Heroik Zaelani Panjat Tiang Demi Merah Putih Berkibar di Tugu Kujang

"Pada pukul 09.00 WIB pagi, masyarakat biasanya berkumpul sambil mempersiapkan sesajen, seperti nasi tumpeng, rujakeun, degan, air kopi manis, kopi pahit dan aneka macam makanan tradisional lainnya yang dikumpulkan di lokasi upacara," katanya.

"Selanjutnya, masyarakat membuat lubang sawen di antaranya satu di tengah lapang dan empat lubang di penjuru lapang," sambungnya.

Mengawali acara, jelas dia, masyarakat berziarah dengan berjalan menuju pancer keramat untuk berdoa sadu puhun atau salam hormat kepada leluhur atau karuhun yang telah merintis adanya Ritual Hajat Lembur.

Baca Juga: Disebut Ratu BAB di Celana dan Gendut, Tasyi Athasyia Sedih Aibnya Diumbar Tasya Farasya dan Bu Ala

"Setelah ziarah selesai, dilakukan doa sawen tolak bala dengan mengubur syarat sawen di tengah lapang dan di empat penjuru lapang," jelasnya.

"Sawen tersebut berupa tanaman talas dan hanjuang," ucapnya.

Menurut Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan bahwa upacara Ritual Hajat Lembur merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sehingga perlu perlindungan pemerintah.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ajak Bonge Ramaikan Peresmian Situ Rawa Kalong

Pamong Budaya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Hernandi Tismara mengatakan, tradisi Ritual Hajat Lembur ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat setempat karena di kawasan Blok Kaum Batujajar ini ada situs keramat Batujajar.

"Dan sebelum melaksanakan Ritual Hajat Lembur ini, masyarakat terlebih dahulu melakukan upacara nadran atau nyekar ke makam Raden Kalung.

Baca Juga: Keluarga Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Jujur: Kan Bu Putri yang di TKP

Sementara itu, Camat Batujajar Deden mengatakan salah satu program yang kini tengah ditargetkan pihaknya, yakni menjadikan wilayahnya sebagai kecamatan wisata.

"Salah satunya dengan melestarikan budaya Ritual Hajat Lembur di Batujajar dan mudah-mudahan kegiatan tersebut mendapat sambutan dari Disparbud KBB. Oleh karenanya, peran masyarakat dan komunitas budaya," tandasnya.*** (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran