Jelang Pilpres 2024, Dede Yusuf Akui Demokrat Semakin Mesra dengan PKS dan NasDem

Menjelang Pilpres 2024, Dede Yusuf mengakui hubungan Partai Demokrat, PKS, dan NasDem semakin mesra. Namun, pihaknya masih membuka diri.

Jelang Pilpres 2024, Dede Yusuf Akui Demokrat Semakin Mesra dengan PKS dan NasDem
Ketua Departemen Kesehatan DPP Partai Demokrat Dede Yusuf mengatakan, partai besutan SBY itu memang tengah menjalin komunikasi dengan PKS dan NasDem. Komunikasi dengan kedua partai menjelang Pilpres 2024 mendatang berjalan cukup intens.

INILAHKORAN, Soreang - Menjelang Pilpres 2024, Dede Yusuf mengakui hubungan Partai Demokrat, PKS, dan NasDem semakin mesra. Namun, pihaknya masih membuka diri untuk berkoalisi dengan partai lain.

Ketua Departemen Kesehatan DPP Partai Demokrat Dede Yusuf mengatakan, partai besutan SBY itu memang tengah menjalin komunikasi dengan PKS dan NasDem. Komunikasi dengan kedua partai menjelang Pilpres 2024 mendatang berjalan cukup intens.

"Demokrat tentunya terus membangun komunikasi dan bukan hanya dengan dua partai (PKS dan NasDem) itu saja. Karena, kalau kawan-kawan lihat sudah ada ini dan itu (jelang Pilpres 2024), itu semua hanya di permukaan," kata Dede Yusuf di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jumat 5 Agustus 2022.

Baca Juga: Love Garden Resto and Cafe Tak Jauh dari Istana Bogor, Ramah Disabilitas dan Ramah Dikantong

Dede Yusuf menjelaskan, koalisi untuk Pilpres 2024 itu seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada). Artinya, kesepakatan koalisi bisa saja terjadi diakhir menjelang pendaftaran.

Sedangkan, yang harus terus dibangun saat ini yakni silaturahmi dengan semua partai. Tujuannya, untuk terus membangun kecocokan atau kedekatan emosional satu sama lainnya. Terutama untuk menyamakan visi misi platform dengan tujuan yang sama.

"Karena koalisi itu seperti membangun rumah tangga, harus bersama-sama terus. Jangan baru satu tahun sudah pecah kongsi, itulah ketika koalisi dibangun dengan buru-buru. Tapi tidak perlu khawatir, 2024 itu masih lama, namun yang perlu diingat koalisi itu bisa terbangun dua jam sebelum penetapan pun itu bisa," ujarnya.

Baca Juga: Beda Mood, Ridwan Kamil Akui Pemprov Jabar Genjot Antusiasme Warga Dapat Vaksin Booster

Namun demikian, lanjut Dede Yusuf, untuk partai Demokrat sendiri, calon presiden (capres) tentu menjadi kewenangan Ketua Umum SBY. Karena SBY juga adalah bagian dari Majelis tinggi partai. Tentunya, SBY memiliki suara dan kewenangan untuk menentukan soal dengan partai mana berkoalisi serta menunjuk siapa yang akan menjadi capresnya.

"Memang yang sudah mesra saat ini dengan PKS dan Nasdem. Namun demikian, kita tetap membuka diri dengan siapa saja. Kenapa, inflasi sedang terjadi saat ini dan dalam satu tahun kedepan akan terjadi lebih dari 100 juta warga miskin. Pada saat itu, apapun yang terjadi yang saat ini kita sebut koalisi-koalisi, itu pasti akan berpikir dua tiga kali, ini yang kita hadapi kedepan. Apapun peristiwa nasional ini akan menentukan inflasi," katanya.

Baca Juga: 1.033 Keluarga di Kabupaten Bogor Dapat Hibah Pemasangan Instalasi Air Bersih dari Perumda Tirta Kahuripan

Di sisi lain, lanjut Dede, partai Demokrat sangat berterimakasih kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai ketua, ia terus berkeliling silaturahmi 360 derajat dengan semua pihak. Termasuk dengan semua partai politik, sehingga keberadaan partai Demokrat tidak lagi bersudut dengan partai lain.

"Katakanlah dipusat sebagai bagian dari oposisi. Tapi ketika berbicara kepentingan rakyat, AHY melakukan silaturahmi 360 derajat. Termasuk kepada semua DPC beliau memerintahkan untuk terus silaturahmi dengan semua partai, karena kita berniat untuk membangun, bukan untuk merusak tatanan yang ada," ujarnya.*** (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran