Targetkan 2.000 Ekor Anjing, Dispernakan KBB Pertahankan Nol Kasus Rabies

Dispernakan KBB mempertahankan nol kasus rabies di wilayahnya dengan memberikan vaksin rabies ke 2.000 ekor anjing.

Targetkan 2.000 Ekor Anjing, Dispernakan KBB Pertahankan Nol Kasus Rabies
Kabid Kesehatan Hewan pada Dispernakan KBB Wiwin Apriani mengatakan, setiap September pihaknya rutin memberikan vaksinasi rabies kepada hewan pembawa rabies (HPR) seperti kucing dan anjing yang menjadi hewan piaraan agar nol kasus rabies terjaga.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perikanan dan Peternakan atau Dispernakan KBB bakal mempertahankan nol kasus rabies di wilayahnya.

Hal tersebut dilakukan Dispernakan KBB dengan menargetkan sebanyak 2.000 ekor anjing yang akan dijadikan sasaran vaksinasi rabies pada September 2022 mendatang. Tindakan itu dilakukan guna mempertahankan nol kasus rabies.

Kabid Kesehatan Hewan pada Dispernakan KBB Wiwin Apriani mengatakan, setiap September pihaknya rutin memberikan vaksinasi rabies kepada hewan pembawa rabies (HPR) seperti kucing dan anjing yang menjadi hewan piaraan agar nol kasus rabies terjaga.

Baca Juga: Soal Penembakan Brigadir J, Rocky Gerung: Jangan Sampai Berakhir pada Berantakannya Institusi!

"Vaksinasi rabies pada September nanti gratis. Diharapkan melalui kegiatan vaksinasi ini bisa mempertahankan bol kasus rabies di KBB," katanya, Jumat 5 Agustus 2022.

Ia menyebut, kasus terakhir pada 2019, seorang warga Cipongkor terkena gigitan anjing yang terserang rabies.

"Karena tidak segera ditangani orang itu meninggal," sebutnya.

Baca Juga: Buang Limbah B3 Sembarangan, Pabrik Washing Jeans di Rancaekek Digerebek Polresta Bandung

Kendati demikian, kata dia, pada tahun ini ada tujuh kasus gigitan hewan piaraan, namun semuanya negatif rabies.

"Salah satu metode untuk mencegah tertular rabies adalah dengan vaksinasi. Jadi, kalaupun terkena gigitan kecil kemungkinan terkena rabies," katanya.

Ia menjelaskan, rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama lyssavirus. Virus rabies dapat menular ke semua mamalia, termasuk manusia.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Dede Yusuf Akui Demokrat Semakin Mesra dengan PKS dan NasDem

"Virus ini menyerang sistem saraf dan bisa menjalar sampai ke otak," jelasnya.

Pasca terkena gigitan anjing rabies, lanjut dia, sesegera mungkin luka bekas gigitan dibersihkan dengan air mengalir menggunakan sabun kemudian diberikan antiseptik.

"Pencucian ini merupakan hal yang sangat penting dan harus segera dilakukan setelah terkena gigitan untuk membunuh virus rabies yang berada di sekitar luka gigitan," bebernya.

Baca Juga: Beda Mood, Ridwan Kamil Akui Pemprov Jabar Genjot Antusiasme Warga Dapat Vaksin Booster

Untuk tahap selanjutnya, tambah dia, korban diberikan vaksinasi rabies VAR sebanyak tiga kali dengan dosis penuh pada hari ke-0, ke-7 dan ke 21 atau 28.

"Tujuan pemberian VAR untuk membangkitkan sistem imunitas dalam tubuh terhadap virus rabies dan diharapkan antibodi yang terbentuk akan menetralisasi virus rabies," tandasnya.*** (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran