Basarnas Temukan Satu Korban Gempa Cianjur, Pekan Depan Perbaikan Rumah Dilakukan

Jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu sudah mencapai 329 orang, pasca ditemukannya satu jenazah oleh Basarnas di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kamis (1/12/2022) siang.

Basarnas Temukan Satu Korban Gempa Cianjur,  Pekan Depan Perbaikan Rumah Dilakukan
Jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu sudah mencapai 329 orang, pasca ditemukannya satu jenazah oleh Basarnas di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kamis (1/12/2022) siang./antara

INILAHKORAN, Bandung-Jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu sudah mencapai 329 orang, pasca ditemukannya satu jenazah oleh Basarnas di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kamis (1/12/2022) siang.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, saat ini masih ada 11 orang lagi yang berstatus dalam pencarian. Dia berharap, di sisa waktu dalam dua hari kedepan semua korban dapat segera ditemukan, untuk mengakhiri masa pencarian dan mulai berfokus kepada revitalisasi pembangunan pasca bencana.

“Tadi sudah ditemukan lagi satu orang yang meninggal dunia, di Desa Cijedil. Total sudah 329 orang dan orang hilang masih 11 jiwa. Tadi yang meninggal ditemukan pukul 14.10 WIB, karena situasi kondisi hujan dan tadi ada gempa susulan dua kali sehingga tim Basarnas agak sedikit kesulitan. Masih ada waktu dua hari lagi, mudah-mudahan besok bisa diketemukan. Mohon doanya, agar cuaca mendukung,” ujarnya dalam konferensi pers Kamis  (1/12/2022).

Baca Juga : Solidaritas Korban Gempa Cianjur, Grab dan Ovo Serahkan Bantuan Senilai Rp2 Miliar 

Herman melanjutkan, jumlah total pengungsi saat ini yang sudah terdata sebanyak 114.414 jiwa, dengan rincian 54.659 laki-laki dan 59.755 perempuan. Sedangkan rumah rusak yang tervalidasi hingga Kamis sore sebanyak 24.107 rumah, rusak berat 5.631, rusak sedang 7.273 dan rusak ringan 11.203. Rencananya, pekan depan bila telah direstui Kementerian Keuangan bangunan rusak akan segera diperbaiki oleh tim gabungan TNI dan Polri.

“Saya sudah usulkan ke BNPB untuk diteruskan ke Kemenkeu, mudah-mudahan bisa direalisasikan. Untuk merealisasikan bantuan perumahan yang rusak, setelah dapat assessment dari tim survey, kami persilakan kepada masyarakat untuk memperbaiki. Plafon angaran sudah ditentukan, rusak ringan bantuan Rp10 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak berat Rp50 juta. Jadi setelah diverifikasi, silakan kerjakan. Setelah selesai nanti, tim akan cek kelapangan baru uang dikeluarkan dari rekening BPBD Kabupaten Cianjur,” ucapnya.

“Bagi rumah yang ambruk, ada dua metode. Warga yang berkemampuan, kita akan berikan cash Rp50 juta sebagai stimulan dari pemerintah. Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, akan kami buatkan melalui TNI dan Polri. Untuk ruah contohnya, kami akan membuat di tiap kecamatan. Saat ini sudah ada di Kampung Nagrak dan itu tahan gempa,” imbuhnya.

Baca Juga : Ratusan Petani Cisaruni Kepung Kantor Kejaksaan Negeri Garut, Ternyata Ini Pemicunya

Sementara mengenai rencana relokasi rumah di lahan yang tahan gempa dan longsor, Herman mengatakan pemerintah telah menyiapkan tanah di Desa Sirnagalih, Mande dan Ciloto. Hanya saja hingga kini pihaknya belum dapat memastikan warga dari mana saja yang diarahkan untuk direlokasi, menunggu kajian dari BMKG.

“Jadi untuk relokasi, memang pemerintah sudah menyiapkan tanahnya yang berada di Desa Sirnagalih, Mande, Ciloto. Sampai hari ini saya belum mendapatkan, siapa yang harus pindah kesana karena ini harus dikaji oleh BMKG. Daerah mana yang tidak boleh dibangun kembali. Tapi berdasarkan diskusi, Desa Sarampat disitu titik terjadi gempa dan Desa Cijedil yang longsor tidak mungkin dibangun kembali. Desa Mangunkerta yang pinggir jalan Kampung Gintung juga tidak mungkin dibangun disitu,” lanjutnya.

Terkait jumlah infrastruktur yang rusak, dia menjelaskan total ada 520 sekolah, 190 tempat ibadah 14 fasilitas kesehatan dan 17 perkantoran yang rusak. Sejauh ini, faskes seperti Puskesmas Nagrak sudah mulai diperbaiki oleh Kementerian Kesehatan dan diharapkan sudah bisa beroperasi pada pekan depan.

Baca Juga : Huntara Jannati, DeEP-F Hadirkan Hunian Sementara Rasa Layanan Surgawi untuk Korban Gempa Cianjur

“Alhamdulillah untuk faskes, tadi sempat melihat langsung. Untuk Puskesmas Nagrak, sudah dibuatkan oleh Kemenkes. Insya Allah dalam seminggu Puskesmas Nagrak sudah berfungsi dengan konstruksi knockdown. Seminggu selesai. Mudah-mudahan yang lain secara paralel segera dibangunkan kembali,” terangnya.

Sedangkan mengenai total donasi yang telah diterima, Herman menjelaskan berdasarkan data yang diterima oleh posko yang dibuat pemerintah daerah, berkisar di angka Rp8 miliar. Pihaknya pun terus akan berupaya memaksimalkan pemerataan bantuan ke daerah-daerah yang belum menerima sokongan secara maksimal.

“Bantuan baik keuangan maupun barang yang diterima oleh posko pemerintah daerah, untuk keuangan tadi saya sudah mendengar ancer-ancer sekitar Rp8 miliar. Tapi update-nya akan saya minta jumlahnya berapa. Mengenai barang, tadi baru pulang dari lapangan ternyata banyak barang dari relawan maupun penyumbang yang langsung menyerahkan ke lokasi dan ada juga ke posko. Kami di posko akan menyisir daerah mana saja yang belum terjangkau oleh relawan atau yang datang langsung ke lokasi,” kata Herman.

Baca Juga : Nelayan Pesisir Indramayu Sepakat Dukung Ganjar

“Saya lihat di beberapa lokasi, makanan siap saji, beras dan lauk pauk sangat banyak terutama di pinggir jalan. Didalam juga ada tapi tidak terlalu banyak. Penyaluran dana dari penyumbang, kita akan transparan untuk penyaluran dikoordinasikan dengan Kejari. Malam ini akan rapat, karena sudah banyak kebutuhan di lapangan yang akan direalisasikan dari jumlah bantuan tersebut. Insya Allah besok akan disampaikan jumlahnya berapa dan belanja direncanakan untuk apa saja,” tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana