Kisah Motivasi Jelang Syaban dan Ramadan

Kisah Motivasi Jelang Syaban dan Ramadan
ilustrasi

YASIR Qadhi merupakan seorang penulis keturunan Pakistan yang berkebangsaan Amerika. Ia juga menjabat sebagai Dekan Bidang Akademik di Al-Maghrib Institute, sebuah lembaga pendidikan Islam.

Ia biasa mengajar tentang Islam dan isu-isu Muslim kontemporer serta telah menerbitkan beberapa buku. Bahkan pada tahun 2011 di majalah New York Times pernah disebutkan bahwa Qadhi adalah salah satu ulama konservatif paling berpengaruh di Amerika.

Suatu hari, seusai menyampaikan khutbah Jum'atnya, seorang pria berusia 93 tahun berjalan ke arahnya dan menanyakan apakah ia harus berpuasa. Beliau menjawab bahwa Allah telah memberinya keringanan, orangtua itu dapat memberi makan orang miskin sebagai gantinya.

Setelah ditunjukkan ayat dalam Al-Qur'an yang memberikan keringanan itu, orangtua itupun menangis dan memeluk Qadhi. Beliau berkata bahwa ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia tak dapat berpuasa. Karenanya ia merasa sangat bersalah. Pagi itu ia bangun untuk sahur namun tak kuat melanjutkan puasanya.

Mendengar penuturan orangtua yang ahli puasa itu, Qadhi merasa jauh lebih bersalah. Karena kemudian ia mengetahui bahwa si orangtua telah berpuasa tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah puasa yang pernah ia lakukan.

Sungguh luar biasa hikmah yang dapat kita petik. Kisah ini dapat menjadi bahan renungan dan muhasabah diri bagi kita yang masih muda dan diberi kekuatan serta kesehatan. Tidakkah kita malu pada keistiqamahan sang kakek dalam menjaga puasanya?

Semoga hal ini dapat kita jadikan momentum sekaligus bulan persiapan untuk menyambut bulan Sya'ban dan tentunya Ramadhan yang sangat kita rindukan. Semoga Allah menyampaikan usia kita ke dalamnya. Aamiin. [DOS]

Loading...