Pesta Buku, Penawar Kejenuhan Warga Bandung

Pesta Buku, Penawar Kejenuhan Warga Bandung
Ilustrasi

INILAH, Bandung - Acara Pesta Buku 2019 kembali digelar, pesta tahunan ini diinisiasi oleh Ikapi Jawa Barat dan bekerja sama dengan Pemkot Bandung. Acara digelar di Landmark, Braga, Kota Bandung, pada 4-10 April 2019.

Puluhan stan buku ada di sana, pengunjung cukup ramai untuk memilah buku. Khusus yang ada di lantai dua buku supermurah terpajang rapi, mulai dari tiga ribu rupiah, hingga 15 ribu rupiah.

Ketua Panitia Pesta Buku 2019, Idham Fitriadhi menjelaskan, Pesta Buku 2019 ini tergolong istimewa, karena Pesta Buku diselenggarakan di tengah hiruk-pikuknya jelang perhelatan lima tahunan pesta demokrasi yang terkadang tersaji ala pesta democrazy. Sehingga, perhelatan Pesta Buku menjadi penawar kejenuhan warga Bandung.

Di dalam area yang biasanya hanya sebagai pelengkap pameran kata dia, pada Pesta Buku kali ini, panggung dijadikan sebagai ajang total Football, unjuk kreasi warga Bandung. Akibatnya, di atas panggung inilah tersaji demokreasi warga Bandung yang meriah dan menghibur.

"Peserta Buku 2019 juga dijadikan sebagai ajang pemanasan jelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019. Di arena Pesta Buku ada stan Hardiknas dan ada juga berbagai kegiatan bertemakan pendidikan. Tema ini akan disemarakkan oleh berjubelnya para pengunjung," tuturnya.

Idham mengatakan, koleksi buku-buku yang digelar dan dijual di arena ini lebih banyak dibandingkan arena lainnya. Buku-buku dengan berbagai tema, lanjut dia, harus didiskon spesial yang akan memanjakan para pecinta dan pemburu buku untuk mengisi otak agar bertumbuh menjadi makhluk berakal sehat.

"Arena Pesta Buku ini dilengkapi spot yang menggiurkan. Aneka jajanan kampung dan junkfood ada di sini, ruang baca, kongko, dan spot Instagramable juga ada di sini," tambahnya.

Idham berharap, perbukuan di Indonesia semakin maju, pihaknya dengan sekuat tenaga untuk mendekatkan buku kepada masyarakat, supaya literasi bangsa ini semakin maju, literasi maju maka bangsa ini akan maju.

"Kerena di era digital ini minat baca cukup tinggi, cuma minat bacanya ini baca WhatsApp (WA), semoga semakin baik lagi untuk membaca buku," tambahnya.

Ketua Umum Ikapi Jabar, Mahpudi menambahkan, untuk wilayah Jabar tahun ini Kemendikbud bersepakat menjadikan Pesta Buku yang sudah berpuluh-puluh kali diselenggarakan Ikapi Jabar menjadi bagian dari peristiwa nasional.

"Tentu saja ini membesarkan hati kami, betapa tidak menjadikan buku sebagai basis peradaban merupakan misi mulia Ikapi dan sudah selayaknya mendapatkan dukungan nyata dari semua pihak, utamanya jajaran pemerintah," ujarnya.

Dia berharap, ikhtiar mendekatkan buku kepada masyarakat merupakan esensi dari pesta demokreasi ini. Membuka ruang seluas-luasnya bagi publik untuk mengapresiasi buku itulah tujuan pameran buku ini. "Tentu saja ada berkah dan nilai ekonomi yang menyertai sebuah silaturahmi," tambahnya.