Geliat UKM Kabupaten Bandung

Geliat UKM Kabupaten Bandung
Kabid UKM Diskop UKM Kab Bandung Usman Karyana

INILAH, Soreang - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bandung terus berupaya meningkatkan kualitas SDM terutama dalam bidang UKM.

Potensi UKM yang berada di Kabupaten Bandung dinilai mampu mendongkrak pendapatan daerah serta mampu meningkatkan perekonomian warganya.

Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bandung, Usman Karyana mengungkapkan, pihaknya akan terus berusaha membina dan memfasilitasi UKM yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.

Meski Dinas ini baru mandiri di tahun 2017 lalu, dinas terus mendukung UKM untuk berinovasi dan memberikan terobosan baru sehingga mampu memberikan kontribusi untuk mendorong para pelaku UKM.

"Diskop UKM ini kan baru mandiri tahun 2017, dan kita masih dalam proses. Meskipun begitu kita berusaha untuk mendorong dan memfasilitasi kebutuhan yang harus di siapkan untuk para pelaku," ujarnya saat ditemui INILAH di kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang Km 17, Jumat (5/4/2019).

Dia melanjutkan, salah satu bentuk dorongan kita terhadap pelaku di tahun lalu 2018 pihaknya telah mengirimkan 30 pelaku UKM untuk mengikuti pelatihan e-commerce yang diselenggarakan di Provinsi Jabar.

"Tahun lalu kita sudah ikut sertakan 30 pelaku UKM yang mewakili Kabupaten Bandung. Setelah mendapatkan pelatihan, mereka harus bisa menularkan segala pengetahuan yang didapat kepada pelaku usaha lainnya," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga pernah memberikan penghargaan pada beberapa pelaku UKM yang dinilai mampu berkontribusi dan memiliki nilai lebih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

"Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bandung Ke-377, tiga pelaku UKM sempat mendapat penghargaan Sabilulungan Award sebagai bentuk apresiasi karena telah mampu berkontribusi baik dalam segi produksi, penggerak, pegiat UKM," ujarnya.

Ketiga pelaku UKM yang mendapat penghargaan, yaitu Titi Rumsiti, perajin abon sapi yang kemudian mampu dikembangkan dengan bahan baku yang lain menjadi abon ayam dan abon ikan.

Kedua, Ibu Dea, perajin bawang goreng dan teri dengan merek 'Bang Jeri'. Selain itu, Ibu Dea ini pernah jadi juara kedua olahan makanan tingkat nasional.

Ketiga, Hj Eti Sumiati (66) dari Kecamatan Ibun, merupakan wanita lansia yang memiliki semangat luar biasa, meskipun berusia lanjut. Hj Eti mampu mengolah Kopi Wanoja dari mulai menanam hingga pemasaran.

Kemudian, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bandung Ke-378 tahun ini, Dinas Koperasi dan UKM berencana akan memilih tokoh atau pelaku UKM yang dinilai mampu menginspirasi dan memotivasi para pelaku UKM lain yang ada di Kabupaten Bandung.

Loading...