TPAKD Jabar Bidik Inklusi Keuangan 75 Persen

TPAKD Jabar Bidik Inklusi Keuangan 75 Persen
INILAH, Bandung - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jabar dikukuhkan. Salah satu program kerja yang akan digenjot yakni meningkatkan inklusi keuangan menuju desa juara.
 
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar Triana Gunawan selaku Dewan Pengarah TPAKD Jabar mengatakan, ke depan berbagai aksi nyata dilakukan untuk menghadirkan layanan keuangan yang tumbuh berkelanjutan.
 
“Program kerja yang akan dilakukan tahun ini untuk mencapai target indeks inklusi keuangan sebesar 75%,” kata Triana di Gedung Sate, Rabu (10/4/2019).
 
Menurutnya, program kerja TPAKD Jabar mengusung tema Meningkatkan Inklusi Keuangan Menuju Desa Juara dengan program berkelanjutan One Village One Company. Sejumlah program kerja itu diharapkan masyarakat desa dapat memaksimalkan potensi daerahnya. Selain itu, dapat mencegah dampak negatif dari urbanisasi sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.
 
Akses keuangan yang terbuka dan bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat itu diakuinya berperan penting bagi daerah. Sebab, selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi upaya percepatan dan perluasan akses keuangan akan meningkatkan potensi pendapatan, pengelolaan risiko dan mengurangi kemiskinan di daerah.
 
Triana menyebutkan, untuk mengatasi hal tersebut Presiden RI Joko Widodo meminta industri jasa keuangan (IJK) bersama dengan pemerintahan daerah bisa bersinergi dalam membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat. 
 
Arahan presiden tersebut segera ditindaklanjuti dengan diterbitkannya radiogram Menteri Dalam Negeri Nomor T-900/634/Keuda tanggal 19 Februari 2016 tentang PembentukanTPAKD di provinsi dan kabupaten/kota bersama dengan OJK di masing-masing daerah.
 
“Berbagai kegiatan telah dilakukan antara lain pendirian Layanan Keuangan Tanpa Kantor (LakuPandai) di 5 BUMDes yang telah mencatatkan lebih dari 1.000 akun rekening, Dana Pensiun kepada aparatur desa di 5 Kabupaten, AsuransiJiwa Mikro kepada masyarakat serta pembiayaan KUR pertanian kepada kelompok petani hortikultura. 
 
Dia menambahkan, di pengujung 2018 lalu TPAKD Jabar bersinergi mendukung program Pemprov Jabar “One Village One Company” yang diresmikan pada 20 Desember 2018 di Kabupaten Garut.
 
Dari informasi yang dihimpun, pada 2017 lalu indeks literasi dan inklusi keuangan di Jabar relatif tinggi. Capaian angkanya berada di atas rata-rata nasional. Indeks literasi keuangan Jabar terhitung sebesar 35%. Sedangkan, indeks inklusi keuangannya mencapai 68%.
 
Saat ini, rata-rata nasional untuk inklusi keuangan ini mencapai 67,8%. Sebelumnya, angkanya hanya 59,7%. Sedangkan, indeks literasi keuangan rata-rata nasional tahun lalu mencapai 29,6% meningkat dari capaian pada 2013 lalu yang hanya 21,8%.
 
Meski demikian, upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat gencar dilakukan. Sejauh ini, masyarakat awam hanya memahami lembaga keuangan itu hanya bank. Padahal, industri jasa keuangan itu pun ada yang berupa lembaga nonbank.

Loading...