Upah Minimum Kabupaten Bogor 2019 Diprediksi Rp3,7 Juta

Upah Minimum Kabupaten Bogor 2019 Diprediksi Rp3,7 Juta
INILAH, Bogor - Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor diprediksi naik 8,03% pada 2019 menjadi Rp3,7 juta, setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat.
 
Kasi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani menjelaskan, angka tersebut bedasarkan asumsi kenaikan 8,03% dari UMK Kabupaten Bogor yang sebesar Rp3.483.667. Jika dirinci, kenaikannya sebesar Rp279.778, sehingga menjadi Rp3.763.405.
 
Untuk menetapkan kenaikan 8,03%, pemerintah telah memiliki perhitungan sendiri, dengan mengacu pada UMK 2018 ditambah jumlah antara Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dengan Inflasi, kemudian dikali UMK 2018.
 
"Tiap tahun, kenaikan UMK berbeda. Pada 2017 ke 2018 kenaikannya 8,71 persen. Begitu juga UMK 2016 ke 2017 naiknya 8,25 persen," kata dia.
 
Meski angka kenaikan UMK sudah bisa diprediksi, tapi kenaikan Upah Minumum Sektoral Kabupaten (UMSK) Bogor belum terlihat. Kasi Bina Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Sahat Johanes mengatakan, pengusaha dan pekerja perlu duduk bersama untuk menetapkan UMSK. "Untuk Bogor ini ada upah khusus, namanya (UMSK). Jadi kusus industri unggulan. Industri-industri besar," jelasnya.
 
Kesepakatan antara pekerja dengan pengusaha kemudian hasilnya akan dikirim ke Pemprov Jabar paling lambat tanggal 20 November 2018. "Tanggal 20 itu dikirim ke Bandung, ditandatangani oleh Bupati," tegasnya.