Diskominfo Dukung Bandung Seribu Kampung lewat OpenSID

Diskominfo Dukung Bandung Seribu Kampung lewat OpenSID
Kadiskominfo Kabupaten Bandung dan Jajaran

INILAH, Soreang - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bandung terus berinovasi untuk mendorong pembangunan Kabupaten Bandung lewat teknologi informasi.

Namanya OpenSID, sebuah aplikasi berbasis Desktop maupun Mobile yang diharapkan mampu menjadi solusi bagi desa-desa di Indonesia dalam mengelola website.

Tujuan aplikasi ini memberikan kemudahan bagi desa-desa di seluruh Indonesia, khususnya desa di wilayah Kabupaten Bandung yang ingin segera meng-online-kan website yang ada di desanya.

Dengan OpenSID, desa tersebut bisa mengglobalkan daerahnya. Misalnya, potensi yang ada di desa, keunggulan yang dimiliki, bahkan informasi seputar desa tersebut bisa tersosialisasikan dan tersebar secara luas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bandung, Ir Atih Witartih M.Si. mengatakan, program yang saat ini sedang dilaksanakan itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No 95 Tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Dalam hal ini, semua dinas harus salin terintegrasi dan berkolaborasi program-program pemerintahan di lingkungan Kabupaten Bandung.

“Ini sesuai dengan program Bandung Seribu Kampung yang digulirkan oleh Bupati Kabupaten Bandung Dadang M Naser. Jadi, OpenSID ini salah satu program yang dinilai mampu untuk mengembangkan potensi yang ada di desa dan program itu,” katanya di Kantor Diskominfo Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang Km.17, Jumat beberapa waktu yang lalu.

Atih menjelaskan, dengan adanya OpenSID ini, pihaknya ingin mengangkat potensi yang ada di desa-desa Kabupaten Bandung dan masyarakatnya bisa mengeksplor potensi apa yang mereka miliki.

Selain itu, aplikasi ini juga mendorong dan mendukung transparansi yang berkenaan dengan penggunaan dana desa, sehingga memiliki dampak positif serta membantu pemerintah mewujudkan good government.

“Tak hanya menggali potensi desa, aplikasi ini juga memiliki fitur yang akan mempermudah, terutama dalam bidang pelayanan yang sehari-hari diperlukan warga masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dari segi teknis, pihaknya telah merekrut tujuh orang untuk masing-masing wilayah yang mewakili hingga 40 desa. Dirinya menilai aplikasi ini sudah bagus tinggal bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan semua fasilitas yang ada di dalamnya secara maksimal.

“Kita telah rekrut tujuh orang yang satu orangnya bertanggung jawab atas 40 desa. Sebagai catatan, sudah ada desa yang teregistrasi dan terintegrasi jumlahnya sekitar 270 desa,” terang Ibu Kadis ini.

Keuntungan online dengan aplikasi OpenSID ini, antara lain keberadaan desa tersebut terpublikasi ke seluruh Indonesia bahkan dunia, menginformasikan profil dan seluruh potensi desa, mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai desa tersebut.

Serta, menjadi ajang interaksi antarmasyarakat desa, warga dengan perangkat desa tersebut, berinteraksi secara langsung tanpa hambatan tempat dan waktu.

Website dengan aplikasi OpenSID ini juga sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, memberikan dan mendapatkan informasi dengan cepat tanpa hambatan. (Agus Satia Negara)