Tol Cisumdawu Jalur Alternatif Mudik, Keamanannya Bagaimana?

Tol Cisumdawu Jalur Alternatif Mudik, Keamanannya Bagaimana?
Tol Cisumdawu dipersiapkan sebagai salah satu jalur alternatif mudik lebara. (Istimewa)

INILAH, Bandung- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat meminta faktor keamanan dan keselamatan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) diperhatikan betul. 

Imbauan Komisi IV DPRD Jabar, itu tak lepas dari rencana digunakannya Tol Cisumdawu sebagai jalur alternatif mudik lebaran 2019.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanadi mengatakan pihak terkait wajib melakukan uji kelayakan Tol Cisumdawu. Khususnya, ruas Rancakalong-Sumedang tepatnya di seksi II Cisumdawu.  "Logikanya kan jalan ini harus layak pakai, ini yang harus diperhatikan betul," ujar Daddy.

Menurut dia, uji kelayakan tol tersebut wajib dilakukan. Sebab, lanjut Daddy, berkaitan dengan keselamatan pemudik ketika melaksanakan rutinitas mudik. 

Selain itu, kelengkapan utilitas pendukung juga harus diperhatikan oleh pihak terkait. Misalnya, rambu-rambu lalu lintas, termasuk lampu penerangan jalan, terutama di bagian terowongan yang panjangnya mencapai 472 meter itu.

"Terowongan itu kan cukup panjang, itu wajib dilengkapi lampu lalu lintas. Logikanya kan gak mungkin dipakai kalau tidak dilengkapi lampu," katanya.

Pihaknya, memang belum melakukan kembali pengecekan terhadap kondisi ruas Tol Cisumdawu yang telah rampung hingga kini kembali direncanakan untuk dipakai sebagai jalur alternatif mudik. Hanya saja, berdasarkan pengecekan terakhir yang dilakukan beberapa bulan lalu, masih banyak yang harus dikerjakan.

"Saya kembali tegaskan, jika belum layak, mending jangan digunakan, daripada berisiko terhadap keselamatan," sambungnya.

Lebih lanjut, menurut Daddy, pada Lebaran 2018 lalu sebenarnya Tol Cisumdawu ini sudah direncanakan dijadikan jalur alternatif untuk para pemudik. Namun, rencana tersebut tak kunjung terealisasi karena terkendala sejumlah persoalan, terutama persoalan pembebasan lahan.

"Di Seksi 1 fase 1 dan 2 kan masih ada persoalan pembebasan lahan. Itu sebenarnya lahan milik IPDN, tapi ada warga yang menggugatnya. Gugatan pertama IPDN menang, lalu warga kembali melayangkan gugatan kedua," terangnya.

Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk menuntaskan persoalan tersebut. Pasalnya, Seksi 1 dan Seksi 2 Tol Cisumdawu menjadi kewajiban pemerintah dalam hal pembangunannya.

"Tol Cisumdawu ini kan tidak semua dibangun oleh konsorsium, ada kewajiban pemerintah di Seksi 1 dan 2, ini yang harus segera dituntaskan," tandasnya.

Diketahui, proyek Tol Cisumdawu sepanjang 60,1 km terbagi ke dalam dua fase. Fase I terdiri dari seksi I dan II, mulai ruas Cileunyi hingga Rancakalong menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Sementara fase II terdiri dari seksi III-VI, mulai ruas Sumedang hingga Dawuan, Kabupaten Majalengka yang menjadi tanggung jawab pihak konsorsium, yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).

PT CKJT membangun seksi III (Sumedang-Cimalaka) sepanjang 4,05 km, seksi IV (Cimalaka-Legok) sepanjang 8,20 km, seksi V (Legok-Ujung Jaya) sepanjang 14,9 km, dan seksi VI (Ujung Jaya-Dawuan) sepanjang 6,07 km.

Sementara itu, Sektretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa menyampaikan, pihaknya sedang menyiapkan akses masuk Tol Cisumdawu. Dikatakan, ruas yang sudah siap diakses  yaitu sepanjang 5,5 kilometer.

Menurut dia, pihak Satker Tol Cisumdawu sedang memastikan kesiapan akses dari di wilayah Tanjungsari dan Rancakalong serta Sumedang untuk pemudik menuju dan ke ruas tol tersebut. Menurut dia, perkembanganya menunjukan langkah yang positif.

“Sekarang sedang disiapkan akses masuk dan keluar tolnya, sudah signifikan nanti akan tersambung ke jalan provinsi,” katanya.

Hanya saja, menurutnya, ada beberapa kendala yang ditemui dalam mengerjakan akses ini. Terutama pada beberapa titik badan jalan yang belum tuntas. Tambah dia, hal tersebut sedikit menghambat pembangunan fisiknya. "Tapi sudah kami rapatkan bagaimana penyelesaiannya,” katanya.

Iwa katakan, pihaknya berharap sejumlah lahan bisa segera dieksekusi, terlebih sudah mengantongi keputusan Mahkamah Agung. Selain itu, juga mendorong agar sejumlah lahan yang sudah ditelaah Pemkab Sumedang akan dibebaskan setelah Pemilu 2019. “Ini akan diakselerasi setelah Pemilu,” ujarnya.

Iwa juga menuturkan terowongan kembar Cisumdawu di daerah Rancakalong hanya akan digunakan satu sisi dari arah Bandung ke Cirebon. Satu terowongan belum difungsikan meski sudah tuntas karena memerlukan beberapa persiapan utilitas seperti rambu dan lain-lain. "Yang difungsikan masih satu arah, dari Bandung ke Cirebon,”katanya.

Kendati satu terowongan yang dipakai, Iwa menilai arus mudik ke arah Cirebon bisa memiliki dua alternatif utamanya menuju ke Sumedang. Pertama ruas Cisumdawu dan satu lagi jalan nasional via Cadas Pangeran.

 “Nanti detil pengaturannya oleh Dishub, tapi ini bisa difungsikan,” pungkasnya.  (Rianto Nurdiansyah)