Partisipasi Pemilih Kota Bogor Capai 86,18%

Partisipasi Pemilih Kota Bogor Capai 86,18%
istimewa

INILAH, Bogor - Ketua KPU Kota Bogor Samsudin mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 ini meningkat 7%. Sebelumnya terhitung sebesar 79,12% kini menjadi 86,18%. 

Selain meningkatnya jumlah pemilih, dia menegaskan pesta demokrasi lima tahunan Kota Bogor itu berlangsung lancar, aman, dan damai.

"Alhamdulillah partisipasi masyarakat meningkat 7%. Ini melampaui target yang tadinya hanya sekitar 80%," kata Samsudin, Jumat (19/4/2019).

Dia mengatakan, saat ini kotak suara dikumpulkan di tingkat kecamatan untuk dilakukan proses rekapitulasi. Diperkirakan, proses di kecamatan itu akan berlangsung selama 12-17 hari ke depan. Nantinya, pada 4 Mei 2019 dilakukan rekapitulasi tingkat Kota.

"Setelah rekapatilusi beres di tingkat kota, hasilnya dibawa ke provinsi dan kemudian ke tingkat nasional. Sehingga, diperkirakan hasil diumumkan pada Juni mendatang," ujarnya.

Sejauh ini, dia menuturkan di Kota Bogor tidak ada laporan kecurangan atau pun kehilangan kotak suara serta surat suara seperti di daerah lain. Ini menandakan Kota Bogor aman. 

"Harapan kami, semoga seluruh elemen masyarakat bisa jaga kondusivitas dan kesejukan situasi. Proses perhitungan suara juga berjalan lancar dan kondusif," tambahnya.

Sementara itu, Plh Wali Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan peningkatan jumlah partisipasi pemilih itu menjadi bukti semangat luar biasa masyarakat Kota Hujan.

"Ini tidak mungkin terjadi jika tidak diawali dengan sosialisasi yang bagus. Aparatur Pemerintah Kota Bogor pun membantu baik camat, lurah, seluruh komponen termasuk menyediakan sarana-sarana untuk kepentingan," tuturnya.

Ade menegaskan, sejauh ini dirinya tidak melihat kendala berarti di Kota Bogor, terlebih data yang sudah masuk hasil pemungutan suara Pemilu 2019 ini menurutnya sudah mencapai 86%. 

"Di Bogor sangat kondusif, tidak ada cerita hilang kartu suara. Makanya, kemarin dua tiga hari sebelum pelaksanaan kita melakukan kegiatan monitoring dan pengamanan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)