Ade Yasin Imbau Developer Kawasan Mandiri Bangun Zonasi Sampah

Ade Yasin Imbau Developer Kawasan Mandiri Bangun Zonasi Sampah
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin meminta kawasan mandiri dan developer perumahan untuk membangun tempat pembuangan sampah (TPS) reuse, reduce, dan recycle (3R). Menurutnya, sampah bisa dikelola dengan baik jika ada zonasi sampah, TPS 3R, maupun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST).

"Jangan sampai ada lagi warga terutama yang tinggal di perumahan yang membuang sampah di pinggir jalan raya seperti di Cibinong. Sehingga kawasan mandiri termasuk developer perumahan wajib membangun zonasi sampah, TPS 3R, dan TPST," tutur Ade Jumat (19/4/2019).

Dia menerangkan, saat ini jumlah tonase sampah per harinya mencapai 2.800 ton. Jumlah itu jauh melampaui kemampuan angkut sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang saat ini hanya 500-600 ton/hari. Artinya, keberadaan TPS 3R dan TPST itu diharapkan membantu pertambahan pelayanan pembuangan sampah.

"Dari jumlah sampah sebanyak 2.800 ton per hari itu dengan armada truk sampah yang terbatas pembuangan sampah baru kita layani sebesar 30%. Oleh karena itu, kita mendorong kawasan mandiri untuk menyediakan fasilitas TPS 3R atau TPST," ujarnya.

Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Bogor Panji Ksatriyadji mengatakan pembangunan TPS 3R atau TPST sejauh ini hanya terdapat dua titik di kawasan mandiri. Jumlah itu diakuinya relatif minim dibandingkan dengan total kawasan mandiri yang jumlahnya mencapai 200 titik. 

Dia menegaskan, sesuai Surat Edaran Bupati Bogor Nomor 660/385/DLH Kabupaten Bogor tahun 2018 tertanggal 17 Mei 2018 itu kawasan mandiri diwajibkan menyediakan fasilitas sampah skala kawasan seperti TPS 3R atau TPST. 

"Jika sampai akhir Desember 2019 kawasan mandiri tidak menyediakannya, maka kami akan memberikan sanksi dan tidak akan diberikan pelayanan pembuangan sampah," kata Panji.

Dia menambahkan, dengan tidak dilayaninya pembuangan sampah di kawasan mandiri itu DLH nantinya akan beralih ke masyarakat lainnya yang saat ini belum terlayani pembuangan sampahnya.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor Atis Sutisna menjelaskan, jajarannya akan membangun enam TPST di enam zonasi sampah yang sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan UU Lingkungan Hidup No 18/2008.

"Di daerah pemilihan (Dapil) 1 itu sudah ada TPST Lulut-Nambo. Dapil 2, kami akan membangun TPST di Jonggol, Dapil 3 lokasi TPST di Caringin, Dapil 5 lokasi TPST di Parungpanjag, Dapil 6 lokasi TPST di Parung, dan Dapil 4 TPST ada di Galuga Cibungbulang. Dengan armada angkut sampah plus TPS 3R serta TPST yang ada, kami harap seluruh timbunan sampah bisa terbuang semua," jelas Atis.

Dia melanjutkan, untuk membangun enam TPST di enam zonasi sampah itu jajarannya akan menggunakan lahan milik pemerintah. Langkah ini diambil untuk menghemat anggaran pemerintahan daerah.

"Tahun ini, kami akan melakukan penunjukan lokasi, membuat feasibility study (FS). Setelah itu, akan dibuat Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan TPST. Mudah-mudahan proses pembangunan fisik bisa dilakukan pada 2020 mendatang," lanjutnya. (Reza Zurifwan)