Dolar AS Rontok Dilibas Pound Sterling

Dolar AS Rontok Dilibas Pound Sterling

INILAH, Bandung-Nilai tukar (kurs) US$ jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Indonesia) di tengah menguatnya pound sterling Inggris.

Penguatan itu didorong data penjualan ritel Inggris pada kuartal pertama yang menandakan pertumbuhan ekonomi kuat dari negara tersebut. Pada Januari-Maret 2019, jumlah pembelian dalam penjualan ritel di Inggris, meningkat 1,6% dibandingkan kuartal IV-2018. "Mengikuti pertumbuhan berkelanjutan selama tiga bulan pertama tahun ini," kata Kantor Statistik Nasional Inggris, Kamis (18/4/2019).

Secara terpisah, dikutip dari Xinhua, pertumbuhan tahun ke tahun (year on year/yoy) dalam jumlah pembelian, meningkat 6,7% pada Maret 2019. Capaian ini tertinggi sejak Oktober 2016, dengan berbagai toko yang mencatat bahwa cuaca yang lebih ringan tahun ini mendorong peningkatan penjualan, menurut produsen statistik resmi independen Inggris.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,09% menjadi 97,3650 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1245 dolar dari 1,1230 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2994 dolar dari 1,2988 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7148 dolar dari 0,7146 dolar.

Dolar AS dikutip 111,93 yen Jepang, lebih rendah dari 111,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0143 franc Swiss dari 1,0153 franc Swiss, dan tidak berubah mendekati 1,3386 dolar Kanada dari 1,3386 dolar Kanada.