Untuk Mereka yang Korbankan Jiwa Raga Saat Pemilu

Untuk Mereka yang Korbankan Jiwa Raga Saat Pemilu
(Reza Zurifwan)

INILAH, Sukaraja- Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto akan memberi 'hadiah' khusus untuk para anggotanya yang gugur saat bertugas mengamankan pemilu. Apa?

"Ada dua personil Polda Jawa Barat yang gugur (anumerta) saat mengamankan pemilu serentak ini salah satunya Aiptu M Saepudin Bhabinkamtibmas Polsek Cileunyi, kepada mereka berdua kami sedang usulkan agar pangkatnya dinaikkan satu tingkat lebih tinggi," ujar Irjen Agung saat mengecek standar kelayakan pengamanan kotak suara di Kecamatan Babakan Madang, Cibinong, dan Sukarja, Sabtu (20/4/2019).

Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menerangkan dalam waktu dekat jajarannya akan mengundang keluarga kedua almarhum ke Mako Polda Jawa Barat di Kota Bandung.

"Keluarga almarhum anggota Polda Jawa Barat yang gugur dalam tugas akan kami undang ke Mako Polda Jawa Barat untuk selanjutnya diberikan surat keputusan anumerta tersebut," terangnya.

Sementara itu, Di Kabupaten Bogor, dua orang Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) yaitu Ketua PPS Cijeruk Zaenal dan KPPS Bojonggede Rusdiono meninggal dunia saat monitoring perhitungan suara pemilu serentak ini. Selain itu 5 orang Ketua maupun anggota PPS  lainnya pingsan karena kelelahan.

Menanggapi hal ini, Bupati Bogor Ade Yasin langsung memerintahkan jajarannya untuk memberikan bantuan atau santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

"Karena saya lagi sibuk keliling hingga belum bisa takziyah ke keluarga almarhum, namun saya sudah meminta pak Camat Bojonggede maupun jajaran lainnya untuk memberikan santunan kepada keluarga almarhum," ucap Ade.

Kepada keluarga almarhum Ketua PPS Cijeruk dan Ketua PPS Bojonggede, politisi PPP ini mengucapkan terima kasih karena dedikasi dan loyalitasnya saat menjalankan tugas.

"Ketua PPS yang gugur dalam tugas ini kami anggap pahlawan demokrasi hingga atas nama pemerintah daerah kami mengucapkan banyak terima kasih atas perjuangan dan pengorbanannya saat menjalankan tugas demi lancarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) ini," tambahnya.

Komisioner KPU Kabupaten Bogor Divisi Penerangan dan Media Herry Setiawan melanjutkan jajarannya belum merapatkan besaran santuan kepada keluarga  almarhum maupun jajarannya yang sakit saat bertugas.

"Kami  memang belum merapatkan besaran santunan untuk jajaran KPPS yang sakit ataupun santunan kepada keluarga yang gugur saat menjalani tugas, namun dalam waktu dekat kami pasti akan memberikan santuanan itu," lanjut Herry. (Reza Zurifwan)

Data Ketua PPK, PPS beserta angggotanya yang gugur dan pingsan dalam tugas rekapitulasi suara Pemilu Serentak :

1.Ketua PPS Cijeruk Zaenal meninggal dunia saat monitoring rekapitulasi suara.

2. Ketua PPS Bojonggede Rusdiono meninggal dunia saat monitoring rekapitulasi suara.

3. Agung ketua PPK Megamendung pingsan di PPK saat persiapan pleno

4. Ketua PPS TPS 9 Desa Karyamekar Kecamatan Cariu Iman Yusuf pingsan di TPS 

5.Ketua PPS TPS 10 Desa Cariu KecamatN Cariu Pendi pingsan di TPS.

6. Ketua KPPS Desa Cibatok 2 Cibungbulang Dede Adha pingsan di TPS.

7. Rahmat Rohimat Anggota PPK Cigudeg pingsan saat mengawal rekapitulasi suara tingkat kecamatan di Kecamatan Cigudeg.