Ini Pesan Zulkifli Hasan untuk Bima Arya-Dedie

Ini Pesan Zulkifli Hasan untuk Bima Arya-Dedie
Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya (kiri) dan Wakil Wali Kota, Didie A Rachim. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan memberikan beberapa pesan kepada Bima Arya Sugiarto yang kembali menjabat Wali Kota Bogor.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli saat berbicara dalam Inagurasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Periode 2019-2024 di Plaza Balai Kota Bogor pada Minggu (21/4/2019) siang.

Zulkifli sebagai ketua MPR, mengingatkan tiga hal kepada Bima. Pertama, agar taat kepada konstitusi dan patuh kepada peraturan perundang undangan.

"Waktu kang Bima dilantik pasti sumpahnya itu taat kepada konstitusi. Jadi, baik walikota, gubernur, maupun bupati harus mengikuti konstistusi dan sejalan dengan tugas berbangsa dan bernegara. Dengan menjalankan konstitusi, kita bisa bersatu dan menjadi berdaulat. Dengan berdaulat kita bisa berlaku adil. Tanpa kedaulatan tidak mungkin kita berlaku adil. Itulah tugas gubernur, bupati, walikota, dan juga anggota DPR," ungkap Zulkifli dalam sambutannya.

Ia melanjutkan, kedua, memakmurkan dan mencerdaskan seluruh rakyat tidak boleh pilih-pilih. 
Ketiga, melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Jadi, dirinya mengingatkan saja tugasnya wali kota, kalau ada orang Bogor karena kemiskinannya tidak bisa sekolah, karena kemiskinannya tidak bisa ke rumah sakit,  itu menjadi tanggungjawab negara. 

"Kita semua berdosa jika kita membiarkan semua itu karena saudara telah bersumpah. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bogor yang telah memberi kepercayaan kepada bapak Bima dan pak Dedi," tegasnya.

Zulkifli yang juga ketua umum PAN, menekankan, Bima Arya harus benar-benar untuk melayani semua rakyat Kota Bogor. Tidak boleh pilih-pilih. Baik yang memilih maupun yang tidak milihnya harus dilayani sama baiknya.

"Saya minta apapun agamanya, apapun warna kulitnya, apapun sukunya harus sama pelayanannya tidak boleh dibeda bedakan. Semua orang Bogor itu adalah saudara. Pondasi utamanya yaitu visi misi yang saudara telah sampaikan kepada masyarakat. Tidak boleh keluar dari itu. Karena itu, adalah sumpah saudara," terangnya.

Zulkifli menuturkan, harus laksanakan janji-janji kampanyenya, janji adalah hutang dan harus ditepati. Karena dari partai PAN yang mengusung Bima Arya, tidak meminta apa-apa.

"Lima tahun nggak minta apa-apa. Yang kami minta hanya saudara Bima melaksanakan janji-janji kampanyenya, dan sumpahnya sebagai wali kota. Kami bahagia kami akan senang kalau Kota Bogor lebih maju lebih bagus lebih baik dan itulah yang kami minta tidak ada yang lain. Saya minta dukungan semua pihak agar Kota Bogor menjadi lebih baik lagi," pungkasnya. (Rizki Mauludi)