Kurang  Komputer untuk UNBK,  Bupati Bogor Minta Bantuan Pusat 

Kurang  Komputer untuk UNBK,  Bupati Bogor Minta Bantuan Pusat 
inilah/reza zurufwan

INILAH, Sukaraja- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SD, MI, SMP dan MTS di Kabupaten Bogor  sudah mencapai 100 persen, namun Bupati Bogor Ade Yasin tetap meminta bantuan Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk mengadakan perangkat komputer.


Alasan permintaan Bupati Ade, dari 1.127 sekolah dan 96.000 siswa, pengadaaan perangkat komputernya masih banyak yang meminjam dari sekolah tingkat SMA dan pelaksanaan UNBK masih berlangsung selama dua sesi.


"Dalam pelaksanaan UNBK tingkat SD dan SMA sudah 100 persen namun masih dua sesi, agar pelaksanaannya bisa satu sesi hingga membuat siswa lebih nyaman maka kedepan selain dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor kami meminta bantuan anggaran dari Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat," ujar Ade Yasin usai meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 2 Sukaraja, Senin (22/4).


Politisi PPP ini menerangkan untuk mencapai 100 persen pelaksanaan UNBK maka pada tahun ini jajarannya sudah mengadakan 5.300 perangkat komputer dan khusus untuk APBD tingkat II ini akan kami tambah.


"Saat ini kita masih kekurangan sekitar 48.000 peangkat komputer lagi, jika SD dan SMP dianggarkan melalui Dinas Pendidikan maka untuk MI dan MTS maka bantuan hibahnya melalui Kantor menterian Agama Kabupaten Bogor," terangnya.


Karena aparat kepolisian saat ini masih sibuk dengan pengamanan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, maka Ade Yasin pun meminta orang tua untuk menjemput anaknya usai menjalani hari terakhir UNBK.


"Agar siswa tidak terlibat tawuran antar pelajar atau kegiatan negatif lainnya, kepada orang tua siswa kami minta menjemput anaknya usai menjalani hari terakhir UNBK," pinta Ade. (Reza Zurifwan)