'Hoaks' Tentang Hoaks

'Hoaks' Tentang Hoaks

Betulkah hasil sementara Pemilihan Presiden 2019 di Jawa Barat disebabkan oleh banyaknya hoaks bertebaran? Buat kita, itu sinyalemen yang berlebihan dan menyakitkan. Tak pada tempatnya menjadikan hoaks sebagai alasan kekalahan.

Pertama, dalam kontestasi yang demikian ketat, hoaks memang bertebaran. Kita maklumi? Tidak. Yang ingin kita tegaskan adalah hoaks tidak hanya menyerang salah satu pihak, tapi semua pihak. Apakah hanya Jawa Barat yang banyak beredar hoaks? Kita pun sangat meragukan.

Harus fair kita melihat hoaks supaya kita tidak terjerumus sebagai penyebar hoaks pula. Hoaks adalah kabar bohong. Titik. Dalam konteks kontestasi, tidak bisa kita katakan kabar bohong melanda A kita benarkan sebagai hoaks karena kita pendukung B, atau sebaliknya. Kabar bohong ya kabar bohong. Hoaks tetap hoaks, terlepas dari siapapun yang disasarnya.

Apakah hoaks yang menyebabkan hasil Pilpres 2019 di Jawa Barat? Jika kita beranggapan seperti itu, maka itu bermakna hoaks terhadap A dan B. Tidak bisa kita pisahkan soal hoaks tentang A atau B karena keduanya sama-sama hoaks.

Sebenarnya, jika kita mencium gelagat politik Jawa Barat dalam beberapa kontestasi demokrasi akhir-akhir ini, hasil Pilpres 2019 di Jawa Barat tidaklah mengejutkan. Sama tidak mengejutkannya hasil Pilpres di Jawa Tengah, Jawa Timur, atau Sumatera Barat, misalnya. Sudah bisa ditebak jauh-jauh hari siapa yang akan unggul.

Kenapa hasilnya seperti sekarang ini? Ya, harus dilihat dari politik sebenar-benarnya, termasuk kerja-kerja politiknya. Kerja politik itu bukan kerja sehari-dua, tapi bertahun-tahun.  Tak bisa mengubah sikap politik masyarakat hanya dengan nongol sekali-dua, apalagi jika berbuat apa-apa tidak dengan sepenuh jiwa.

Kerja-kerja politik itu sudah dilakukan partai-partai politik yang ada di Jawa Barat. Jika kerja politik itu serius, maka hasilnya tentu positif. Jika kita lihat kemungkinan posisi perolehan suara di DPR, DPRD, maka itu adalah buah kerja politik, bukan kerja hoaks.

Belajar dari itu,  maka kita minta pihak manapun untuk tak usah membawa-bawa hoaks sebagai penyebab hasil akhir saluran politik masyarakat Jabar. Tidak elok. Sebab, hoaks tak hanya melanda Jawa Barat, tapi seluruh negeri, menyerang semua pihak. Apalagi, jika pernyataan-pernyataan seperti itu datang dari tokoh-tokoh politik di Jawa Barat. Tentu sangat kita sesalkan. Terlebih lagi jika pernyataan seperti itu hanya untuk mencari alasan kegagalan saja.