Ini Dia Tantangan Pemerintah Melaksanakan UNBK

Ini Dia Tantangan Pemerintah Melaksanakan UNBK

INILAH, Jakarta - Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menjadi tantangan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). 

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan sebab-sebab kesulitannya karena masalah sarana dan prasarana seperti jaringan internet dan ketersediaan listrik. 

Pemerintah, kata Muhadjir, terus mendorong agar semua wilayah dapat melaksanakan UNBK. Salah satu caranya yaitu dengan memberikan bantuan pemenuhan sarana dan prasarana ke seluruh daerah. 

"Harapannya semua wilayah bisa UNBK pada tahun depan," kata Muhadjir kepada wartawan saat melakukan sidak pelaksanaan UNBK di SMP 19 Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dia melanjutkan baru beberapa provinsi yang telah melaksanakan UNBK tingkat SMP 100% yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Sedangkan untuk tingkat MTS, provinsi yang menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Bali, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Riau, Papua Barat, dan Sumatera Utara.

Sebanyak 4.279.008 siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang dilaksanakan mulai 22 April hingga 25 April.

Untuk sejumlah wilayah seperti Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur, UN baru akan dilaksanakan pada 23 April. UN tingkat SMP/MTS mengujikan empat mata pelajaran yakni Matematika, Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam. (Daulat F Yanuar)

Loading...