Satu TPS di Pangandaran Lakukan Pemungutan Suara Ulang

Satu TPS di Pangandaran Lakukan Pemungutan Suara Ulang
Ketua KPU Jabar RIfki Ali Mubarok. (Agung Fitu Budiana)

INILAH, Bandung - KPU akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di satu TPS Kabupaten Pangandaran. Gara-garanya, ada pemilih yang tidak menunjukkan KTP elektronik dan hanya bermodalkan Kartu Keluarga (KK) saja saat datang ke TPS.

"Dari rekomendasi PSU yang sudah disampaikan oleh Bawaslu, maka kemudian kita coba lakukan tindaklanjut, kemungkinan ada satu TPS yang akan melakukan PSU di pangandaran," ucap Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok, di Kantor KPU Jabar, Senin (22/4/2019).

Menurut Rifqi, berdasarkan kajian KPU Jabar, pihaknya menilai TPS tersebut sudah memenuhi unsur untuk dilakukan PSU, yang rencananya akan digelar pada 25 April 2019.

"Di dua TPS tersebut tidak melakukan pencoblosan lima surat suara, namun hanya dua, Pilpres dan DPD saja," ucapnya.

Mengenai alasan kenapa TPS tersebut harus menggelar PSU, Rifqi menjelaskan ada pemilih yang tidak menggunakan KTP elektronik untuk menggunakan hak pilihnya saat Pemilu lalu.

"Kan keputusan MK itu yang ber-KTP dan Suket (dari Disdukcapil), di Pangandaran hanya bermodalkan KK saja, ada sekitar 12 orang di TPS tersebut," ucap Rifqi.

Dia menambahkan, sebetulnya ada 6 daerah yang direkomendasikan untuk melakukan PSU, namun hanya Kabupaten Pangandaran saja yang akan melaksanakannya, sedangkan daerah lain masih perlu dikaji.

"Daerah lain masih dikaji, memenuhi unsur dan legal standingnya juga harus jelas, batas waktunya sampai 27 April. Nanti hasil kajian akan menjawab apakah dilakukan PSU atau tidak, yang memutuskan KPU Kota dan Kabupaten, KPU Provinsi hanya asistensi saja," katanya. (Agung Fitu Budiana)