Saudaraku, Bersedekahlah untuk Menghapus Dosa

Saudaraku, Bersedekahlah untuk Menghapus Dosa
Ilustrasi/Net

RASULULLAH saw berfirman, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Saudaraku, kita adalah makhluk yang tiada pernah luput dari kesalahan. Dalam satu hari saja misalnya, kalau kita tafakuri berapa banyak kesalahan yang kita lakukan. Berapa banyak kemaksiatan yang kita lakukan. Perbuatan-perbuatan kecil yang tidak Allah ridai, tapi sudah terlanjur kita anggap sebagai hal biasa. 

Allah SWT mengaruniakan penglihatan kepada kita, sehingga kita bisa melihat betapa indahnya alam semesta ini. Tetapi, hari ini saja misalnya sudah berapa kali mata ini melihat dengan sengaja hal-hal yang bukan hak kita untuk melihatnya. Lisan kita ini adalah karunia dari Allah, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan lancar. Tetapi, hari ini saja misalnya sudah berapa kali kita membicarakan keburukan orang lain, atau sudah berapa kali kita mengucapkan kalimat yang sia-sia, celetukan-celetukan yang tiada berguna.

Hal sia-sia adalah urusan yang seringkali kita anggap biasa, sehingga sepertinya ringan saja kita ini saat melakukannya. Padahal, melakukan hal yang sia-sia bukanlah bagian dari ciri orang beriman. Allah berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. al-Mu’minun [23]: 1-3)

Belum lagi hati kita, bagian penting yang tidak terlihat oleh orang lain dari diri ini. Saat berbuat suatu kebaikan, berapa kali hati kita tidak ikhlas, malah mengharapkan penilaian dan pujian orang lain. Demikian juga dengan pikiran kita, saat berhadapan atau berbicara dengan orang lain, berapa kali pikiran kita malah mengomentari miring penampilannya, cara bicara atau fisiknya. 

Begitulah, harus diakui kita ini setiap hari tidak bisa terhindar dari berbuat salah. Rasulullah bersabda, “Setiap anak cucu Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertobat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Darimi) 

Oleh karena kita makhluk yang tidak luput dari dosa, maka kita sangat membutuhkan ampunan dari Allah. Dosa yang kecil akan menjadi besar jika Allah tidak mengampuni. Dan, menyepelekan dosa-dosa kecil adalah awal dari malapetaka dalam hidup kita. Hanya ampunan Allah yang bisa menyelamatkan kita dari api neraka. Nah, salah satu cara mengundang datangnya ampunan Allah adalah dengan sedekah, sebagaimana yang telah Rasulullah sampaikan. 

Tentu bukan hal itu membuat kita leluasa melakukan dosa, kemudian bersedekah supaya dosa kita diampuni. Tidak demikian. Karena ampunan dari Allah datang bukan karena besarnya sedekah yang kita keluarkan, tetapi karena besarnya kesungguhan kita dalam bertobat memohon ampunan kepada Allah.

Dosa kita terhapus karena mujahadah dalam bertobat. Memohon ampun kepada Allah dan istiqamah menjauhkan diri dari kemaksiatan yang sempat kita lakukan. Dan, sedekah adalah wujud dari kesungguhan kita itu. Kita tidak hanya berazzam di dalam hati untuk memperbaiki diri, melainkan juga membuktikan azzam tersebut dengan bagus dalam ibadah, serius dalam menjaga kebeningan hati, dan tulus dalam menebarkan manfaat kepada orang lain di sekitar kita. 

Sedekah yang dikeluarkan secara ikhlas lillaahita’ala akan mendatangkan doa-doa kebaikan bagi kita. Kalau kita tafakuri, jika ada seseorang yang bersedekah, maka orang yang disedekahi akan mendoakannya dengan doa-doa kebaikan yang banyak, mendoakan agar diberi balasan oleh Allah, dimudahkan urusan, diampuni dosa dan kesalahan, dan doa-doa kebaikan lainnya. Tidakkah ini sesuatu yang indah, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa.


 

Loading...