'Boikot Nasi Padang', Sandiaga: Tak Dewasa!

'Boikot Nasi Padang', Sandiaga: Tak Dewasa!
Cawapres 02 Sandiaga Uno. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Calon Wakil Presiden 02 Sandiaga Uno turut menanggapi isu boikot nasi Padang yang beredar di media sosial.

Menurutnya, sikap tersebut tidak mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Semua pihak harus berlapang dada menerima hasil pemilu presiden, termasuk di Sumatera Barat.

"Dan Sumatera Barat sudah sampaikan apa yang jadi pilihannya dan akan kita kawal nanti hasil C1 nya, hasil seperti apa jangan diartikan masakan Padang itu terus harus diboikot atau apapun yang tidak memilih Prabowo-Sandi enggak boleh masak, makan masakan padang, menurut saya itu sangat tidak dewasa, sangat kekanak kanakan," kata Sandi di Media Center BPN, Rabu (24/4/2019).

Pilpres tidak boleh mendiskriminasi daerah ataupun tidak menghargai budaya termasuk kuliner lokal. Pilihan Presiden lanjutnya adalah nurani rakyat, begitu juga pilihan masyarakat di Sumatera Barat.

"Soal masakan padang kita harus jauh lebih dewasa, kita punya kuliner yang terbaik, rendang itu juara dunia, salah satu makanan yang trend," ujar Sandi.

Sebelumnya di media sosial ramai membincangkan untuk memboikot nasi Padang karena kekalahan Capres Jokowi di Sumatera Barat seperti tahun 2014 lalu. Wacana itu dikemukakan dari tangkapan kamera dari percakapan pesan oleh pendukung Capres Jokowi-Maruf. (inilah.com)